Di New York Cuma Rp 10 Juta, Chand Parwez Berharap Izin Syuting Film di Dalam Negeri Dipermudah

Ketua Umum Badan Perfilman Chand Parwez mengatakan perkembangan film Indonesia menunjukan data yang menggembirakan

Di New York Cuma Rp 10 Juta, Chand Parwez Berharap Izin Syuting Film di Dalam Negeri Dipermudah
Tribunjabar/Putri Puspita Nilawati
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jawa Barat, Dedi Taufik, Ketua umum Badan Perfilaman Chand Parwez, Creative Director Film Art Exhibition 2019 Celerina Judisari 

Laporan Wartawan Tirbun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Umum Badan Perfilman Chand Parwez mengatakan perkembangan film Indonesia menunjukan data yang menggembirakan.

Data yang meningkat setiap tahunnya ini terjadi karena banyak karya sineas Indonesia yang diapresiasi secara Internasional.

"Saat ini Indonesia memasuki peringkat ke-6 dengan pangsa pasar film tinggi dengan urutan film Amerika, India, Cina, Korea, Jepang, dan Prancis. Sedangkan untuk film lokal di Februari posisi di pasarnya senilai 58 persen", ujar Chand Parwez saat hadir di jumpa pers Film Art Exhibition 2019, di 23 Paskal Celerina di 23 Paskal, Jalan Pasir Kaliki No 25-27, Rabu (27/3/2019).

Chand Parwez melihat jika genre perfilman saat ini begitu beragam, produser film pun mulai berpikir bagaimana film Indonesia dirawat dan dijaga.

Kepercayaan penonton menjadi pegangan sineas untuk menciptakan karya-karya yang lebih baik lagi setiap waktunya.

Ia juga menilai pentingnya kerjasama dengan kota-kota di Indonesia untuk mendukung dalam pembuatan film.

Jika di beberapa film tanah air lebih memilih syuting di luar negeri dibandingkan di negeri sendiri, Chand Parwez mengatakan hal ini terjadi karena prosesnya lebih mudah dilakukan di luar negeri.

"Lokasi perizinan di sana nggak dibuat susah. Di New York bayar enggak sampai  Rp10 juta diberi izin untuk menggunakan lokasi syuting dimana saja," ujarnya.

Mental inilah yang mestinya diubah, jangan sampai hanya melihat kontroversinya saja seperti misalnya Taman Dilan yang sempat ramai dibicarakan.

Adanya dukungan pemerintah justru menjadi hal yang luar biasa bagi Parwez.

Gelagat Aneh Dosen UNM Dr Wahyu Jayadi Setelah Bunuh Siti Zulaeha, Polisi Sebut Motifnya

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan  Jawa Barat memiliki 231 destinasi wisata yang bisa dikemas untuk kolaborasi film.

"Kami akan support menumbuh kembangkan insan kreativitas dimana satu film nantinya bisa menjadi satu tujuan tempat wisata," ucap Dedi.

Dampak pada kunjungan wisata ini tentunya akan berdampak positif untuk menumbuhkan destinasi menjadi industri pariwisata.

Khabib Nurmagomedov Turut Komentari Pensiunnya Conor McGregor: Hanya Ada Satu Raja di Hutan

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved