Terungkap, Tewasnya Ica di Hotel Tasikmalaya Itu Akibat Dibunuh Seorang Mahasiswa, Ini Kronologinya

Tabir kematian Oon Saonah alias Ica (33), yang ditemukan tewas di Hotel Daya Grand Kota Tasikmalaya, Rabu (6/3/2019) lalu akhirnya terungkap

Terungkap, Tewasnya Ica di Hotel Tasikmalaya Itu Akibat Dibunuh Seorang Mahasiswa, Ini Kronologinya
Tribun Jabar/Isep Heri
Jajaran Polres Tasikmalaya Kota menunjukan sejumlah barang bukti pembunuhan, di halaman Mapolresta Tasikmalaya, Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Tabir kematian Oon Saonah alias Ica (33), yang ditemukan tewas di kamar 106 Hotel Daya Grand, Jalan Brigjen Soetoko, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (6/3/2019) lalu akhirnya terungkap.

Warga kampung Babakan Bandung, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi yang ditemukan petugas hotel sudah tak bernyawa pada sekitar pukul 17.00 WIB, itu ternyata dibunuh oleh pria muda berinisial RFH (22) yang sudah dikenal korban sejak dua tahun lalu.

Setelah buron selama hampir tiga pekan, RFH berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Febry Kurniawan Ma'ruf mengatakan kronologi pembunuhan terjadi saat pelaku yang berstatus sebagai mahasiswa itu bertemu korban di kamar tersebut.

"Awalnya pelaku bertemu korban meminjam uang tapi tidak dikasih oleh korban, kemudian si pelaku mencekik korban sampai korban meninggal," kata Febry saat menggelar konferensi pers di halaman Mapolresta, Selasa (26/3/2019).

Formasi Lowongan Kerja sebagai Pegawai Kontrak di 370 Pemda Telah Ditetapkan Kemenpan RB

Rocky Gerung Tak Hadir di 3 Episode ILC TV One, Sibuk dengan Partai Demokrat? Ini Kata Karni Ilyas

"Pelaku merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Tasikmalaya," lanjutnya.

Febry menuturkan, setelah korban meninggal kemudian pelaku membawa sejumlah uang tunai milik korban sebesar Rp 70 juta yang disimpan korban di tas yang biasa korban bawa.

"Oleh pelaku, uang yang diambil dari korban itu dibelikan sejumlah barang yang turut kami amankan sebagai barang bukti," tutur Febry.

Sebagai barang bukti, kepolisian turut mengamankan di antaranya sejumlah buku tabungan milik korban dan pelaku, sejumlah uang tunai, telpon genggam iphone 6 S plus, dan beberapa barang milik korban saat kejadian.

Evakuasi Oon Saonah perempuan berusia 33 tahun, yang ditemukan tewas di hotel Daya Grand, Jalan Brigjen Soetoko, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (6/3/2019) sore
Evakuasi Oon Saonah perempuan berusia 33 tahun, yang ditemukan tewas di hotel Daya Grand, Jalan Brigjen Soetoko, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (6/3/2019) sore (tribunjabar/isep heri)

Pada buku tabungan milik korban terlihat saldo terakhir sebesar Rp 161 Juta lebih.

Dijelaskan Febry, pelaku melakukan aksinya sendiri dan dilakukan secara spontan dan tidak direncanakan.

Saat ini pelaku yang merupakan warga Kampung Cihelang, Desa Singkir, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya ditahan di sel Mapolresta Tasikmalaya.

Karena perbuatannya, tambah Febry, pelaku akan dikenakan Pasal 338 atau pasal 365 ayat 3 KUHpidana, ancaman hukuman 15 tahun.

Sengkarut Cinta Segi Banyak Berakhir Pembunuhan di Sumedang, Korban Ancam Sebar Foto Syur Pelaku

Kronologi Pembunuhan Calon Profesor UNM pada Perempuan Teman Kantor

Ada 5 Fakta Kabar Sebelumnya Tentang Meninggalnya Ica

Sebelumnya diberitakan,  pegawai hotel Daya Grand, di Jalan Jalan Brigjen Soetoko, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, dibuat geger, Rabu (6/3/2019) malam.

Di kamar 106 mereka menemukan Oon Saonah alias Ica (33) dalam kondisi tewas.

Saat ditemukan Ica dalam posisi tertidur ditutupi selimut dan wajahnya ditutupi bantal. Ketika itu Ica hanya mengenakan celana dalam.

Berikut fakta-fakta ditemukannya Ica:

1. Curiga karena air terus mengalir

Seorang pegawai hotel Indra Lesmana mengatakan, ia dan teman-temannya curiga karena air dari keran terus mengalir dari pagi hingga sore.

"Awalnya saya curiga air dari pagi ngalir, pas mau masuk terkunci dari dalam. Diketuk dan dipanggil tidak ada jawaban jadi saya inisiatif sama yang lain menggunakan kunci cadangan," kata Indra Lesmana.

"Dicek sudah tidak bernyawa, posisinya terlentang. Kemudian saya lapor ke pemilik hotel untuk segera melapor ke polisi," ucapnya.

2. Bersama pria muda

Berdasarkan informasi daftar tamu yang ada di resepsionis hotel, korban masuk ke kamar hotel pada hari Selasa (5/3/2019) sekitar Pukul 23.30. Namun tidak diketahui bersama siapa korban masuk kedalam Hotel.

Pegawai hotel mengatakan perempuan itu lebih dikenal dengan nama Ica dan memang biasa menginap di hotel tersebut.

"Korban sering dipanggil nama Ica, dan memang sudah biasa menginap di sini," kata Jajang Herdiansyah (47), pegawai hotel.

Jajang mengatakan, sebelum sore ditemukan tewas, pagi harinya Jajang sempat berkomunikasi dengan korban.

"Sekitar pukul 05.00 WIB, korban menanyakan kepada saya mengenai tamu yang akan menemuinya," ucapnya.

Ia juga mengatakan terakhir melihat korban menempati kamar dengan seorang pria muda.

3. Ditemukan sejumlah luka

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa jasad korban.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro, mengatakan di tubuh korban saat ditemukan terlihat sejumlah luka.

"Saat pemeriksaan awal, ada luka lebam di leher, bahu tangan kiri, kelingking sebelah kiri. Dugaan sementara luka itu akibat kekerasan," kata dia, Kamis (7/3/2019) siang.

Dadang menambahkan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk penyidikan lebih lanjut.

"Kami amankan di antaranya, dua bantal, selimut, dan barang bawaan korban semisal tas berisi sejumlah uang tunai dan buku tabungan, serta pakaian korban," ucapnya.

Ia belum bisa memastikan apakah ada barang korban yang hilang, tapi di tempat kejadian tidak ditemukan gawai.

"Untuk itu kami juga belum bisa menduga-duga. Kami belum mengetahui apakah korban membawa gawai atau tidak," katanya.

4. Keluarga yakin Ica dibunuh

Ayah korban, Zaenal Abidin (67) mengatakan anaknya itu tewas karena dibunuh karena melihat terdapat luka di bagian leher.

"Ya, curiga, karena lihat ada luka di tubuhnya," kata dia saat ditemui Tribun Jabar di sekitar Kamar Mayat RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Kamis (7/3/2019) siang.

Ia menambahkan, selama ini anaknya tidak pernah menceritakan jika ada masalah dengan siapapun.

Adik korban, Iip mengatakan jika memang dugaan keluarga benar bahwa kakaknya tersebut korban pembunuhan, pihaknya berharap pelaku segera ditemukan.

"Kami minta segera ditemukan, dan pelaku dihukum seberat-beratnya. Pihak keluarga menyerahkan seluruhnya proses hukum pada polisi," ujar Iip.

5. Hasil autopsi awal ada kekerasan

Berdasarkan hasil autopsi tahap awal, dr Nurul Aida, dari tim forensik Polda Jabar yang memimpin proses autopsi mengatakan memang ada unsur kekerasan yang mengakibatkan luka.

"Dari hasil pemeriksaan luar ada memar dan luka lecet di bagian leher. Mungkin karena ada jeratan benda tumpul," ucapnya saat ditemui di kamar mayat RSUD dr Soekardjo.

Dalam pemeriksaan pihaknya juga menemukan luka di bagian kuku tangan.

"Ada bagian kuku tangan yang patah, tapi itu tidak menjelaskan apapun bisa akibat sendiri," ujarnya.

Untuk memastikan kemungkinan yang mengakibatkan korban tewas, menurutnya akan dilakukan uji lab lebih lanjut dan tentunya membutuhkan waktu.

"Kemungkinan disebabkan mati lemas tapi untuk hasil autopsi lebih lanjut ada beberapa sampel yang diambil untuk memastikan lebih lanjut untuk mengetahui sebab pastinya. Seminggu hasilnya keluar," kata dia.

Persib Latihan di Pantai, Fabiano Beltrame Pun Sapa Bobotoh dan Katakan Semangat

Ezechiel N Douassel, Antara Rekor dan Harapan Persib Bandung, Ada juga Catatan untuk Liga 1 2019

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved