Senin, 4 Mei 2026

Teknologi

Teknologi ATM Beras Buatan Alumni ITB, Begini Cara Kerjanya [VIDEO]

ATM Beras mengeluarkan beras dalam jumlah tertentu secara otomatis. Cara kerjanya menempelkan kartu elektronik yang telah diprogram secara RFID (Radi

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: yudix

ATM BERAS untuk kaum dhuafa ini adalah buatan Alumni Tekno Elektro ITB 1980, Budi Adji.

ATM Beras ini sangat mirip dengan mesin ATM biasa, memiliki ukuran sekira panjang 60 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 160 cm, berbentuk kotak seperti lemari ditempatkan di pelataran Masjid Salman ITB Kota Bandung.

Romi Hardiansyah (28) Manager Oprasional Rumah Amal Salman ITB, mengatakan ATM Beras ini diperuntukkan bagi masyarakat dhuafa yang telah terdaftar menerima manfaat beras dari Rumah Salman ITB.

"Beras sebagai bahan pokok, karena pula melalui ATM Beras tersebut demikian pendistribusian atau penerimaan beras terbilang mudah," ujar ujar Romi Hardiansyah (28) Manager Oprasional Rumah Amal Salman ITB, kepada Tribun Jabar saat ditemui di Masjid Salman ITB, Selasa (26/3/2019).

ATM Beras ini telah dilengkap dengan perangkat elektronik dengan sistem kontrol dan pemantauan berbasis M2M (machine to machine) atau IoT (Internet of Things).

ATM Beras mengeluarkan beras dalam jumlah tertentu secara otomatis.

Cara kerjanya menempelkan kartu elektronik yang telah diprogram secara RFID (Radio Frequency Identification).

Setiap penerima manfaat ATM beras memiliki kartu elektronik tersebut yang telah terprogram dan teridentifikasi, status kepemilikannya.

Setiap kartu terdapat nomor unik untuk mengindentifikasi data diri dari penerima manfaat yang bersangkutan.

"Semua data telah direcord di server, bahwa penerima dengan nomor sekian dengan data diri demikian, telah memgambil beras tertanggal dan jam tertentu," jelasnya.

Demikian mekanisme penarikan beras diatur berdasarkan jenis kartu dan penjadwalan pengambilan beras.

Yaitu kartu kategori A dengan plat orange bisa mengambil beras pada hari Selasa dan Jumat, kartu kategori B dengan plat biru mengambil beras pada hari Rabu dan Sabtu, dan kartu kategori C dengan plat kuning bisa mengambil beras pada hari Kamis dan Minggu.

Romi menjelaskan ATM Beras tidak menggunakan pin seperti ATM Bank, karena pengguna adalah dhuafa atau kalangan tua tidak dapat secara memadai mengingat pin, maka dibuat sistem kartu sensor hanya dengan satu kali tempel.

Klik link dibawah ini:

https://www.youtube.com/watch?v=H371sqkCygQ&feature=youtu.be

Penulis: Hilda Rubiah
Video Production: Wahyudi Utomo

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved