Ratna Sarumpaet Mengaku Bohong

Soal Operasi Plastik Sedot Lemak Habiskan Rp 90 Juta, Ratna Sarumpaet: Itu Uang Saya

Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet, membenarkan keterangan para saksi perihal pembayaran biaya operasi plastik (oplas

Soal Operasi Plastik Sedot Lemak Habiskan Rp 90 Juta, Ratna Sarumpaet: Itu Uang Saya
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Terdakwa kasus penyebaran kabar bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah sidang kempaat pada Selasa (19/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet, membenarkan keterangan para saksi perihal pembayaran biaya operasi plastik (oplas) sebesar Rp 90 juta.

Ratna mengaskan jika uang tersebut bukan hasil dari tindak korupsi.

"Itu uang saya, uang saya bukan hasil korupsi. Emang korupsi dari mana gue?" ujarnya saat istirahat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2019).

Ia menegaskan jika uang tersebut murni dari kantong pribadinya.

"Memang kamu pikir saya miskin miskin amat?," ujarnya seraya pergi meninggalkan kerumunan awak media.

Sidang Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet, Dahnil Anzar dan Fadli Zon Disebut Penyebar Informasi Pertama

Dalam Sidang Kasus Ratna Sarumpaet, Jaksa Putar Rekaman CCTV Milik RS Bina Estetika

Dalam persidangan hari ini, saksi sekaligus Penyidik Polda Metro Jaya, AKP Niko Purba, mengatakan bahwa Ratna Sarumpaet membayar biaya operasi sebesar Rp 90 juta.

Fakta itu didapat saat pihaknya melakukan pemeriksaan ke rumah sakit Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

"Kami peroleh dokumen jadwal operasi dan struk debit pembayaran biaya operasi," ujarnya di hadapan majelis hakim.

Ratna membayar biaya operasi sebesar Rp 90 juta dan pembayaran tersebut dilakukan dalam tiga tahap.

"Pembayaran dengan Rp 25 juta, Rp 25 juta, dan Rp 40 juta lewat BCA," ujarnya.

Tanggal 20 September Ratna tercatat membayar sebesar Rp 25 juta, tanggal 21 September Rp 25 juta dan tanggal 24 September Ratna melunasi pembayaran sebesar Rp 40 juta.

Untuk diketahui, agenda sidang hari ini yakni pembacaan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pihak JPU berencana menghadirkan enam saksi dalam persidangan hari ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Supardi mengatakan, pihaknya berencana akan menghadirkan enam saksi dari pihak pelapor dan Rumah Sakit Bina Estetika.

"(Saksi) dari pelapor dan pihak Rumah Sakit (Bina Estetika) rencananya dijadwalkan hadir. (Saksi) dari rumah sakit mengungkapkan apa yang ada di sana, apa yang diketahui, hal-hal itulah yang menjadi alat bukti lainya," kata Supardi saat dihubungi, Senin (25/3/2019). (Kompas.com/Walda Marison)

Hilang 12 Tahun dan Dikira Meninggal, TKW Asal SoE Pulang Bawa Ratusan Juta Rupiah dan Emas

Toko Jamu Legendaris di Kota Bandung, Ada di Belakang Pasar Baru, Sejak Tahun 1800

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved