Pemilih Hanya Diberi Satu Surat Suara, Padahal Maunya Lima Surat Suara, Kericuhan Pun Terjadi di TPS

Seorang pria asal Bandung yang akan memilih saat pemungutan suara pada Pemilu 2019, emosi karena hanya menerima tiga surat suara

Pemilih Hanya Diberi Satu Surat Suara, Padahal Maunya Lima Surat Suara, Kericuhan Pun Terjadi di TPS
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Petugas KPPS dan aparat keamanan mengamankan salah seorang pemilih yang membuat keributan saat akan memilih di TPS 13, Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan dalam acara Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara, Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Seorang pria asal Bandung yang akan memilih saat pemungutan suara pada Pemilu 2019, emosi karena hanya menerima tiga surat suara. Padahal, ada lima surat suara yang tersedia.

Tak hanya pria tersebut, seorang warga Papua juga membuat petugas KPPS kelimpungan. Pasalnya ia hanya menerima satu surat suara saat memilih di TPS 13, Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan.

Ia beradu pendapat karena bersikukuh ingin mencoblos lima surat suara. Padahal berdasarkan aturan, pemilih dari luar provinsi, hanya bisa mencoblos surat suara calon presiden.

Petugas keamanan pun diturunkan untuk mengamankan pemilih yang emosi. Usai pemungutan ditutup, pemilih yang tak terima malah berunjuk rasa. Mereka menuntut untuk bisa memilih karena memiliki hak.

Polisi dan TNI pun mengerahkan personelnya untuk mengamankan situasi. Meski sempat terjadi aksi saling dorong, petugas berhasil meredakan situasi.

Kejadian tersebut merupakan simulasi yang digelar KPU dan Polres Garut. Simulasi tersebut dilakukan untuk mengetahui kendala yang bisa terjadi saat proses pemungutan.

Menpan RB Sebut Jumlah ASN yang Tidak Netral Hanya 1 Persen

"Simulasi ini dilakukan untuk identifikasi kejadian apa saja yang bisa terjadi. Kami dan aparat keamanan bisa mengetahui kekurangannya dan bisa diperbaiki," ucap Ketua KPU Garut, Junaidin Basri usai acara Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara, Selasa (26/3/2019).

Lokasi Desa Cimurah dipilih karena dianggap partisipasi masyarakat dalam penggunaan hak suaranya masih rendah. Dengan simulasi, diharapkan mendapat perhatian dan warga antusias untuk memilih.

"Wilayah pedesaan memang masih dianggap rendah partisipasinya. Kami harap acara ini bisa meningkatkan partisipasi pemilih," katanya.

Miljan Radovic Sebut Kini Suasana di Ruang Ganti Pemain Persib Bandung Kondusif

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved