Ini yang Dilakukan Joko Driyono Hingga Satgas Antimafia Tetapkan Jadi Tersangka dan Akhirnya Ditahan

Ini yang dilakukan Joko Driyono hingga Satgas tetapkan tersangka dan akhirnya lakukan penahanan.

Ini yang Dilakukan Joko Driyono Hingga Satgas Antimafia Tetapkan Jadi Tersangka dan Akhirnya Ditahan
Tribunnews/Jeprima
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono resmi ditahan Satgas Antimafia Bola.

Menurut Satgas Antimafia Bola, Joko Driyono diduga merusak barang bukti untuk mengaburkan penyelidikan polisi atas kasus pengaturan skor di Liga 3.

"Untuk mengaburkan, sehingga barang bukti yang kami butuhkan tidak ada. Kami tak bisa menggali lagi pengaturan skor lain," kata Kepala Satgas Antimafia Bola Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo dalam jumpa pers di Kantor Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Hendro menambahkan, Joko Driyono diduga memerintahkan tiga orang yakni MM, MA dan AG untuk memusnahkan, memindahkan, dan merusak barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI.

Barang bukti itu terkait kasus pengaturan skor Liga 3 antara Persibaran Banjarnegara vs PS Pasuruan.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dan gelar perkara, Satgas Antimafia Bola akhirnya memutuskan menahan Joko Driyono hari ini.

Ia ditahan dan dijerat Pasal 363, 235, 233, 221 Juncto 55 KUHP.

Aturan tersebut menjerat perbuatan pencurian, perusakan penghancuran barang bukti tindak pidana juncto memerintah atau menyuruh melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Kendati demikian, Hendro mengatakan penahanan Joko ini tetap berkaitan dengan dugaan pengaturan skor.

"Meskipun penahanan pasal pengerusakan, ada keterkaitan dengan match fixing sepak bola di Banjarnegara," kata mantan Kapolrestabes Bandung ini.

Halaman
12
Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved