Survei Litbang Kompas PSI Tak Lolos ke Parlemen, Pengamat Politik: Target PSI adalah Populer

Dalam hasil survei Litbang Kompas, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebut tidak akan lolos ambang batas parlemen (PT) sebesar empat persen.

Survei Litbang Kompas PSI Tak Lolos ke Parlemen, Pengamat Politik: Target PSI adalah Populer
Tribun Jabar/ Fasko Dehotman
Ketua Umum PSI, Grace Natalie, menyampaikan pidato awal tahunnya di hadapan ratusan simpatisan PSI Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dalam hasil survei Litbang Kompas, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebut tidak akan lolos ambang batas parlemen (PT) sebesar empat persen.

Merespons hasil survei itu, pengamat politik dari Telkom University, Dedi Kurnia Syah, menyatakan dari sudut pandang komunikasi politik, PSI tidak memiliki target memenangi kursi parlemen.

Itulah sebabnya Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, ucap Dedi Kurnia Syah, cenderung bebas berafiliasi dan tidak solid dalam koalisi.

"Target paling masuk akal PSI adalah populer dan tidak mementingkan koalisi. Dari sini bisa lihat betapa PSI terlalu sering memicu kegaduhan di internal koalisi," ujar Dedi saat dihubungi Tribun Jabar melalui ponselnya, di Kota Bandung, Kamis (21/3/2019).

Menurut dia, bagi partai pendatang baru tersebut, popularitas memang tidak linier dengan elektabilitas.

Lepas Ekspor 5.000 Ton Kentang dari Garut ke Singapura, Mentan: Dulu Kita Impor Kentang

Survei Litbang Kompas : 7 Partai Politik Ini Terancam Umurnya Hanya Sampai 17 April 2019

 Tak mengherankan, ucapnya, jika kampanye PSI yang biasa mengemuka di publik tidak mewakili kepentingan khalayak banyak.

Direktur Pusat Studi Demokrasi dan Partai Politik (PSDPP), itu mencontohkan soal penolakan perda syariah misalnya, misi itu jelas bertentangan dengan pragmatisme politik untuk khalayak banyak.

"Ini terlalu sempit basisnya tapi itulah realitas. PSI sejauh ini hanya kejar popularitas," katanya.

Dikutip dari Harian Kompas, Kamis (21/3/2019), elektabilitas PSI (0,9%), Berkarya (0,5%), Garuda (0,2%). Sementara Perindo (1,5%).

Survei juga menunjukkan Hanura, partai yang mempunyai kursi DPR 2014-2019, terancam gagal masuk Senayan karena elektabilitasnya hanya berkisar 0,9%.

Grab Berkunjung ke Tribun Jabar, Ceritakan Keunggulan Grab dan Bahas Kerja Sama

Pemkab Bandung Cabut Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Warga Diminta Tetap Waspada

Sementara partai lama yang tidak lolos parlemen pada 2014-2019 seperti PBB dan PKPI, berpotensi kembali gagal, karena elektabiltasnya masing-masing 0,4% dan 0,2%.

Survei Kompas dengan margin of error +/- 2,2 persen, menunjukkan partai-partai seperti Nasdem, PPP dan PAN belum aman. Sebab, dengan elektabilitas Nasdem (2,6%), PPP (2,7), PAN (2,9), masih dalam rentang ancaman ketidaklolosan ambang batas parlemen 4%.

Parliamentary threshold adalah ambang batas perolehan suara minimal partai politik dalam pemilihan umum yang harus dipenuhi semua partai peserta pemilu agar dapat menempatkan wakilnya di parlemen.

Parliamentary threshold di Pemilu Legislatif 2019 ditetapkan sebesar empat persen dari jumlah suara sah nasional. Jika gagal meraih empat persen suara, partai tidak bisa menempatkan wakilnya di parlemen.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved