Menguak Sisi Politis di Balik Pemanggilan Ahmad Heryawan oleh Bareskrim

Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pekan lalu dipanggil sebagai saksi kasus korupsi di BJB Syariah oleh Bareskrim Mabes Polri.

Menguak Sisi Politis di Balik Pemanggilan Ahmad Heryawan oleh Bareskrim
Tribunjabar/Mega Nugraha
Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kiri) dan mantan Wagub Jabar Deddy Mizwar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pekan lalu dipanggil sebagai saksi kasus korupsi di BJB Syariah oleh Bareskrim Mabes Polri.

Pemanggilan itu mengundang dua pertanyaan. Pertama, Aher diperiksa sebagai saksi di saat sejumlah pihak yang terlibat dalam perbuatan pidana pemberian kredit Rp 500 miliar untuk pembangunan Garut Super Block (GSB), yakni Yocie Gusman selaku eks Plt Dirut BJB Syariah dan Ali Nurudin selaku Direksi BJB Syariah dan Andi Winarto dari PT Hastuka Karya selaku penerima kredit, sudah ditetapkan tersangka dan ketiganya sudah menjalani persidangan.

Belum lagi, kedua, dalam dakwaan serta fakta sidang ketiga terdakwa sela‎ma ini di Pengadilan Tipikor Bandung, ‎tidak menyinggung Aher, sapaan akrabnya. Tribun menanyakan dua hal itu pada Aher, usai ia bersaksi terkait kasus suap perizinan Meikarta di PN Bandung, Rabu (20/3/2019).

"(Di persidangan) tidak ada nama Aher?," ujar Aher, balik bertanya soal dua hal yang ditanyakan Tribun.

‎Tribun kembali bertanya, dengan dua pertanyaan yang diajukan, apakah dirinya merasa ada yang janggal dengan pemanggilan tersebut?

"Sebagai warga negara yang baik, saat diundang Bareskrim untuk klarifikasi, saya datang. Saya jelaskan segala hal yang ditanyakan. Soal pemberian kredit tidak tahu, saat kredit macet tahu tapi saat itu dilaporkan orang," ujar Aher.

Ia lupa berapa pertanyaan yang diajukan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri. Namun, ia menerangkan, pertanyaan terkait pemberian kredit BJB Syariah melibatkan Yocie Gusman dan Ali Nurudin ke Andi Winarto.

"Jumlah pertanyaan yang diajukan saya lupa, tapi yang pasti soal kredit macet (berujung korupsi) dan status saya di BJB serta kewenangan saya," ujar Aher.

Ini Rencana Miljan Radovic Rampingkan Skuat Persib Bandung yang Terbilang Gemuk

‎Paling tidak ada satu hal lain yang bisa mengkorelasikan Aher dengan kasus itu. Paling tidak, korelasi Aher dengan Yocie Gusman. Informasi yang dihimpun, Yocie Gusman merupakan kader PKS Kota Bogor, sama halnya dengan Aher, sama-sama kader PKS. Suami Netty Heryawan itu membenarkanya.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved