Dinsos Kabupaten Bandung Salurkan 166.946 Bantuan Pangan Non Tunai

Pemkab Bandung salurkan BNPT 2019 kepada 166.946 keluarga penerima manfaat (KPM).

Dinsos Kabupaten Bandung Salurkan 166.946 Bantuan Pangan Non Tunai
Kompas Tv
Ilustrasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Pemkab Bandung menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2019 kepada 166.946 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bandung.

Menurut Bupati Dadang M Naser, bantuan ini harus mampu memutus mata rantai kemiskinan di Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Nina Setiana, mengatakan, dalam upaya pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial masyarakat.

Pemkab terus menggulirkan program BPNT hingga ke seluruh wilayah Kabupaten Bandung.

Menurutnya penyaluran BPNT sendiri akan menggunakan indeks keuangan inklusif, di mana penyaluran bantuan keuangan formal kepada masyarakat tidak diberikan secara tunai, tapi dalam bentuk non tunai.

“Dengan penerapan keuangan inklusif mereka akan diberikan ATM yang kemudian digunakan untuk ditukarkan menjadi bahan pangan, seperti beras, minyak, telur, gula dan kebutuhan pangan lainnya," ujarnya usai acara Sosialisasi dan Launching Bantuan Sosial, di Gedung Moch Toha Soreang, Kamis (21/3/2019).

Dikatakannya dari jumlah penduduk Kabupaten Bandung sekitar 3,7 juta jiwa, angka kemiskinan terus menerus mengalami penurunan.

Dari 7,61 persen pada tahun 2016, turun menjadi 7,36 persen pada tahun 2017. Pada tahun 2018 kembali mengalami penurunan di angka 6,65 persen.

"Angka kemiskinan di Kabupaten Bandung terus menurun dari tahun ke tahun. Berdasarkan evaluasi kami, tahun 2018 penyerapan PKH (Program Keluarga Harapan) sebesar 99,98 persen sedangkan penyerapan untuk BPNT sebesar 96,60 persen," ujar Nina Setiana.

Pada pelaksanaan pendistribusian PKH, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) Dinas Sosial Kabupaten Bandung tercatat ada 32.704 KPM yang tersebar di 31 kecamatan yang masuk dalam kategori miskin.

"Melalui program- program yang digulirkan, seperti PKH, BPNT, PIP (Program Indonesia Pintar), PIS (Program Indonesia Sehat), bukan saja soal kesenjangan ekonomi yang terselesaikan, tapi masalah kesehatan dan pendidikan masyarakat kategori miskin juga bisa ditanggulangi," ujarnya.

Bupati Bandung Dadang M Naser, mengatakan kesenjangan masyarakat tentu akan mempengaruhi capaian indeks pembangunan manusia (IPM), sebagai frame keberhasilan pembangunan.

Menurutnya pelaksanaan program Dinsos tersebut harus benar-benar tepat sasaran dan efektif untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Bandung.

"Seluruh program ini harus tepat sasaran, data keluarga yang layak dapat bantuan harus valid agar masyarakat bisa merasakan manfaat dari bantuan pemerintah tersebut. Jadi bansos ini bisa memutus mata rantai kemiskinan," ucapnya.

Trek Cipatat-Padalarang Cukup Terjal, Jalur Perbaikan Rel Cianjur-Bandung Rampung Tahun Ini

Pemkab Bandung Cabut Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Warga Diminta Tetap Waspada

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved