Bukan Cuman Pilpres 2019, Bandung dan Cimahi Bakal Jadi Arena Pertarungan Sengit Pileg 2019

Daerah pemilihan Jawa Barat I yang mencakup Kota Bandung dan Kota Cimahi adalah arena politik orang kota. Pertarungan politik di wilayah dengan jumlah

Bukan Cuman Pilpres 2019, Bandung dan Cimahi Bakal Jadi Arena Pertarungan Sengit Pileg 2019
DOKUMENTASI KOMPAS.COM
Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki berbagai nilai kelebihan. Bangunan yang didirikan Belanda pada 1920 itu sudah berkonstruksi tahan gempa. (FOTO: KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO ) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Daerah pemilihan Jawa Barat I yang mencakup Kota Bandung dan Kota Cimahi adalah arena politik orang kota. Pertarungan politik di wilayah dengan jumlah pemilih tidak kurang dari 2,1 juta orang ini akan sangat dinamis.

Pemilih dalam menentukan pilihan politiknya sedikit banyak dilatarbelakangi oleh kondisi sosial ekonominya. Dalam hal ini, kondisi perekonomian wilayah dapil Jawa Barat I terbilang sangat baik.

Demikian pula dengan tingkat pengetahuan dan akses informasi masyarakatnya yang juga sudah memadai. Dapil Jawa Barat I ini masuk dalam lima besar dapil dengan angka Indeks Pembangunan Manusia Tertinggi (skor 78,63).

Karakter wilayah perkotaan sangat kental tergambar jika dilihat dari sisi perekonomian. Produk Domestik Regional Bruto dapil ini mencapai Rp 241,58 triliun.

Angka ini berada jauh di atas rata-rata 80 dapil, sekaligus juga menempatkan Jawa Barat I dalam kelompok dapil terkaya. Angka kemiskinan di dapil ini pun terbilang kecil, yakni sekitar 4,97 persen.

Sementara itu, rata-rata pertumbuhan ekonomi di dapil ini dalam lima tahun terakhir menyentuh lebih dari 6,5 persen. Sektor perdagangan, jasa, dan perindustrian menjadi penyokong ekonomi dapil ini. Ini merupakan salah satu ciri kuat daerah urban.

Prabowo-Sandi Melemah di Jabar, Suara Jokowi-Maruf Amin Tergerus di Jateng dan Jatim

Hoaks dan Politik Identitas, Penyebab Turunnya Elektabilitas Jokowi-Maruf Amin di Beberapa Titik

Perpolitikan di dapil ibu kota Parahiyangan ini pun berlangsung dinamis seperti yang terlihat dalam pesta demokrasi yang sudah dihelat sebelum 2019 ini.

Catatan politik menunjukkan, dalam tiga pemilu terakhir, dapil Jawa Barat I selalu menghadirkan pemenang partai politik yang berbeda.

Pada pemilu 2004, PKS berhasil keluar sebagai partai pemenang di dapil ini dengan perolehan suara lebih dari 317.000 (20 persen). Padahal, ketika itu partai yang berlandaskan nilai Islam ini baru pertama kali ikut dalam pesta demokrasi.

Namun, PKS tidak dapat mempertahankan gelar jawaranya.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved