Partai Pengusung Prabowo-Sandi Akan Kampanye Terbuka Lebih Dulu di Purwakarta

Di Purwakarta partai pengusung Prabowo-Sandiaga akan berkampanye lebih dulu selama dua hari, disusul parpol pengusung Jokowi-Maruf Amin.

Partai Pengusung Prabowo-Sandi Akan Kampanye Terbuka Lebih Dulu di Purwakarta
Tribun Jabar/Haryanto
Saat Ketua KPU Purwakarta, Ahmad Ikhsan Faturrahman dan Koordiv Pengawasan dan Hubal Bawaslu Purwakarta, Oyang Este Binos menduduki kotak suara berbahan dasar dupleks di Gudang Logistik KPU Purwakarta di Jalan Kopi, Desa Ciwareng, Babakan Cikao, Purwakarta, Kamis (20/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Menjelang hari pengambilan suara pada Pemilu Serentak 2019, para penyelanggara dan peserta pemilu sedang mempersiapkan untuk berlangsungnya kampanye rapat umum.

Ketua KPU Purwakarta, Ahmad Ikhsan Faturrahman, mengatakan wilayah Jawa Barat masuk pada zona A pada kampanye terbuka.

Zonasi tersebut, kata Ahmad Ikhsan Faturrahman, berdasarkan surat keputusan KPU RI Nomor 595.

Kampanye rapat umum ini akan baru dimulai pada Minggu (24/3/2019) hingga 20 hari ke depan.

"Di zona A, kampanye rapat umum akan dimulai dengan koalisi partai pengusung Prabowo-Sandiaga pada tanggal 24 dan 25 Maret 2019, lalu disambung 26 dan 27 Maret 2019 untuk partai pengusung Jokowi-Maaruf dan begitu seterusnya secara bergiliran," kata Ahmad Ikhsan Faturrahman saat dikonfirmasi di kantornya, Jalan Flamboyan, Nagri Kaler, Purwakarta, Rabu (20/3/2019).

Ahmad mengatakan, masing-masing kubu partai pendukung paslon presiden mendapatkan giliran untuk berkampanye.

Kampanye itu digilir per dua hari secara bergantian selama masa kampanye.

Mengenai teknisnya, Ahmad Ikhsan Faturrahman mengatakan diserahkan semuanya pada partai politik atau koalisi parpol pendukung presiden.

"Kami hanya menyediakan tempat yang tersebar di 17 kecamatan di Purwakarta. Silakan selanjutnya bagaimana peserta pemilu," ujarnya menambahkan.

Namun demikian, Ahmad melihat dengan diberlakukannya sistem zonasi belum terlepas dari potensi konflik.

Sebagai contoh, potensi konflik yang cukup tinggi berada di Dapil II untuk pemilihan anggota DPRD Purwakarta.

Menurutnya, di dapil tersebut ada sejumlah caleg yang memiliki basis pendukung fanatik, baik kepada caleg maupun capres.

Mereka dipastikan akan berkampanye serentak sesuai sistem zonasi yang ada, serta KPU dan para penyelanggara lainnya mengantisipasi adanya gangguan keamanan.

"Potensi gesekan selalu ada, terutama di daerah pemilihan yang banyak calon legislatifnya," ucap dia.

Polres Purwakarta Kejar Sindikat Perampok Nasabah Bank, Target 7 Hari Tangkap Semua Pelaku

Dua Pencuri Modus Gembos Ban Ditembak di Cimahi, 2 Hari Beraksi Gasak Rp 90 Juta

Penulis: Haryanto
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved