Jumlah Penyuluh KB di Seluruh Indonesia Hanya 2.000 Orang untuk 265 Juta Jiwa, Rasionya 1 : 10.000

Komisi IX DPR RI mengungkapkan jumlah Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Indonesia

Jumlah Penyuluh KB di Seluruh Indonesia Hanya 2.000 Orang untuk 265 Juta Jiwa, Rasionya 1 : 10.000
Tribunjabar/Mumu Mujahidin
Dede Yusuf 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BANJARAN - Komisi IX DPR RI mengungkapkan jumlah Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Indonesia mulai berkurang. Saat ini jumlahnya hanya sekitar 2.000 orang lebih.

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi menuturkan jumlah tersebut tentu sangat kurang. Dari 265 juta penduduk Indonesia, sebanyak 50 persennya merupakan perempuan dan usia dewasa perempuan kurang lebih mencapai hampir 60-70 persen.

"Sementara jumlah PKB dan PLKB seluruh Indonesia hanya sekitar 2.000 orang. Tentu sangat kurang. Seperti di Kabupaten Bandung saja hanya tinggal sekitar 80 orang. Padahal bagusnya 1 perbanding 10.000," katanya di Banjaran, Rabu (20/3/2019).

Padahal menurutnya penyuluh-penyuluh KB ini tidak hanya bertugas dalam penyuluhan KB atau pembatasan anggota keluarga. Tapi mereka juga bertugas bagaiamana mengantisipasi terjadinya stunting.

Termasuk ketahanan (keharmonisan) keluarga, mencegah perceraian, mencegah pernikahan dini, dan sex bebas melalui penyuluhan KB tersebut. Bahkan berkat masifnya penyuluhan-penyuluhan KB tersebut angka stunting di Indonesia turun hingga 7-8 persen.

Ahmad Heryawan dan Neneng Hasanah Yasin Bahas Proyek Meikarta di Rusia, Begini Pembicaraannya

"Jumlah stunting kita Alhaamdulillah berkurang dalam dua tahun terakhir ini. Dari 38 persen ke 37, ke 35 dan sekarang di angka 30 persen," tuturnya.

Meski demikian menurutnya angka 30 persen tersebut masih terbilang sangat tinggi. Karena dari 3 anak di Indonesia 1 di antaranya berpotensi mengalami stunting.

Hal ini dikarenakan informasi-informasi yang dibutuhkan tidak sampai ke masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan para tenaga-tenaga penyuluh KB.

"Jumlah akseptor (KB) kita secara nasional sudah mencapai angka sekitar 80 persen dari jumlah perempuan yang sudah masuk usia subur. Pengguna akseptor kita sudah cukup tinggi untuk mencegah kehamilan yang berlanjut," tuturnya.

Oleh karena itu, saat ini kader-kader posyandu sudah mulai diberikan pelatihan menjadi penyuluh-penyuluh keluarga berencana. Dan ke depannya DPR RI berencana menambah alokasi anggaran untuk relawan-relawan Keluarga Berencana lagi.

Lampu Merah 12 Menit, Lampu Hijau 1,37 Menit, Setopan Jalan Kiaracondong-Soekarno Hatta Payah

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved