Cerita 2 Terdakwa Penganiaya Suporter Persija Haringga Sirla, Sempat Dikira Maling

Cerita dua terdakwa penganiaya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla. Semula dikira maling.

Cerita 2 Terdakwa Penganiaya Suporter Persija Haringga Sirla, Sempat Dikira Maling
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Sidang terdakwa penganiayaan Haringga Sirla, Selasa (19/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

‎TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para terdakwa kasus penganiayaan suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, mengungkapkan apa yang terjadi di lokasi kejadian.

Mereka ikut memukul karena menganggap Haringga Sirla seorang pencuri dan ada juga yang memukul agar Haringga pergi.

Contohnya Budiman (41), satu dari tujuh terdakwa penganiaya Haringga Sirla.

Ia mengaku berdagang cuankie saat kejadian pada 23 September 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Budiman merupakan anak dari Adang Ali (65), pedagang cuankie lainnya di lokasi kejadian.

"Saya jualan cuankie dengan cara ditanggung. Kalau bapak saya, jualan cuankienya pakai roda," ujar Budiman saat menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (19/3/2019).

Sebelum kejadian, ia sudah datang ke Stadion GBLA sedari pagi, sementara bapaknya datang tengah hari.

Keduanya berjualan dengan jarak sekitar 1 meter saja. Ia mengatakan, beberapa menit sebelum penganiayaan Haringga Sirla, ia melihat bapakn‎ya dikerubuti oleh bobotoh di dekat gerobaknya.

"Saya lihat Bapak dikerubuti bobotoh. Saya menghampiri bapak saya dan ternyata ada yang dipukuli (korban) di dekat gerobak bapak saya," kata Budiman.

Halaman
123
Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved