Pria Ini Banjir Pujian, Berdiri di Depan Masjid Madina, ''Saya akan Berjaga Ketika Kalian Shalat''

Pria Ini Menuai Banyak Pujian, Berdiri di Depan Masjid Madia saat terjadi penembakan, "Kalian Temanku, Saya akan Berjaga Ketiak Kalian Shalat"

Pria Ini Banjir Pujian, Berdiri di Depan Masjid Madina, ''Saya akan Berjaga Ketika Kalian Shalat''
(Twitter Andrew Graystone via The Guardian)
Inilah Andrew Graystone, pria yang berdiri di depan Masjid Madina Manchester, Inggris, sambil membawa papan bertuliskan Kalian Temanku, Saya Akan Berjaga Ketika Kalian Shalat ketika penembakan di Masjid Christchurh, Selandia Baru, terjadi Jumat (15/3/2019). 

Pria Ini Menuai Banyak Pujian, Berdiri di Depan Masjid Madia, ''Kalian Temanku, Saya akan Berjaga Ketika Kalian Shalat''

TRIBUNJABAR.ID, MANCHESTER - Seorang pria di Manchester, Inggris, menuai pujian karena menunjukkan aksi solidaritas ketika penembakan di masjid Selandia Baru terjadi.

Andrew Graystone langsung berdiri di depan Masjid Madina ketika penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood Christchurch terjadi Jumat (15/3/2019).

Pria dari Levenshulme itu membawa sebuah papan dengan tulisan "Kalian adalah Temanku. Saua Akan Berjaga ketika Kalian", seperti dilansir The Guardian.

Graystone memutuskannya setelah mendengar penembakan yang menewaskan 50 orang itu. "Saya mengambil papan, menuliskan pesan saya, pergi ke Masjid di Barlow Road, dan berdiri di sana," ujarnya.

Pria yang merupakan seorang penulis itu ingin memastikan setiap jemaah yang datang ke masjid merasa aman. Awalnya para jemaah terheran-heran.

Mereka sempat mengira Graystone sebagai seorang pengunjuk rasa. Apalagi ketika Graystone menyambut mereka dengan salaam atau damai.

Hingga akhirnya para jemaah melihat tulisan yang ada di papan. Barulah mereka menyambut Graystone dengan hangat. Dia terus berdiri selama Shalat Jumat.

Graystone tak menyadari imam masjid memujinya dalam khotbah. Selepas shalat, ratusan jemaah yang keluar langsung mengerubunginya. Kepada Graystone, mereka melontarkan pujian bahkan menyebut kemanusiaan tidak hilang dari muka Bumi ketika melihat aksi yang dilakukan Graystone.

Dilansir BBC, penulis 57 tahun tersebut mengatakan ada dua cara untuk merespon aksi teror yang menewaskan 50 orang, dan melukai 50 jemaah lainnya itu.

Halaman
12
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved