Pilpres 2019

Ma'ruf Amin-Sandiga Uno Canggung, Narasi Bagus Tapi Subtansi Kurang Kena [Kata Pengamat Politik]

Narasi debat kedua cawapres mengesankan. Tetapi narasi yang baik itu justru menghilangkan substansi yang seharusnya mengemuka.

Ma'ruf Amin-Sandiga Uno Canggung, Narasi Bagus Tapi Subtansi Kurang Kena [Kata Pengamat Politik]
Kolase Tribun Jabar/Tribunnews
Cawapres Maruf Amin dan Sandiaga Uno 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Peneliti politik dari Telkom University, Dr Dedi Kurnia Syah menilai dalam debat calon wakil presiden (Cawapres Pilpres 2019) narasi debat kedua cawapres mengesankan. Tetapi narasi yang baik itu justru menghilangkan substansi yang seharusnya mengemuka.

Menurutnya, dalam tataran cawapres untuk Pilpres 2019 seharusnya lebih banyak menawarkan gagasan berbasis kebijakan. Bukan hal teknis sebagaimana yang disaksikan bersama.

"Anggapan bahwa debat cawapres berlangsung dengan canggung bisa dibilang terbukti," ujar Dr Dedi Kurnia Syah, saat dihubungi Tribun Jabar, melalui ponselnya, di Kota Bandung, Minggu (17/3/2019), malam.

Dedi mengatakan kedua capres tersebut seolah-olah berlomba untuk menyampaikan gagasan masing-masing tanpa adanya saling konfirmasi.

Direktur Pusat Studi Demokrasi dan Partai Politik (PSDPP) itu juga mengatakan gagasan ketenagakerjaan kedua cawapres masih berkutat soal teknis kecakapan kerja. Tema ini semestinya lebih luas dari itu, yakni penguatan regulasi yang mampu mengatur distribusi angkatan kerja Indonesia.

BREAKING NEWS: Dua Truk Tangki Pertamina Berisi Penuh BBM Dibajak, Dilarikan ke Arah Istana Negara

"Kalaupun kecakapan kerja harus menjadi prioritas, seharusnya menjawab zaman. Dimana kecakapan yang diperlukan adalah berbasis teknologi (4.0), bahkan mungkin harus memikirkan 5.0," ujarnya.

Sedangkan gagasan sosial budaya, kedua cawapres terlalu bias memahami persoalan sosial budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan. Pada tatanan pimpinan nasional seharusnya gagasan yang mengemuka merupakan wilayah kebijakan, bukan hal teknis.

"Seharusnya menjadi identitas Indonesia dimata dunia. Dan bagaimana mengupayakan hal itu bisa terjadi. Sayangnya kedua cawapres tidak berhasil menawarkan solusi soal itu," katanya.

Khofifah Tak Mau Ketinggalan, Gubernur Jatim Itu Punya Meme Tuman Versinya Sendiri, Begini Pesannya

Penulis: Ery Chandra
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved