Jambret Ponsel Beraksi di Cikawao, Ojek Online Berhasil Menangkap dan Serahkan ke Polisi

Ponselnya dijambret ketika dia sedang memainkannya saat di pinggir Jalan Tawes Kecamatan Lengkong Kota Bandung pada Sabtu (16/3).

Jambret Ponsel Beraksi di Cikawao, Ojek Online Berhasil Menangkap dan Serahkan ke Polisi
DOKUMENTASI TRIBUNNEWS
Illustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berhati-hatilah ketika hendak memegang ponsel saat berada di pinggir jalan.

Pelaku tindak kriminal bisa saja tiba-tiba merampas ponsel kemudian melarikan diri.

Nada Hasna Permana (26), pernah jadi korbannya.

Ponselnya dijambret ketika dia sedang memainkannya saat di pinggir Jalan Tawes Kecamatan Lengkong Kota Bandung pada Sabtu (16/3).

Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal menghampirinya dan mengambil paksa ponsel milik Nada.

Tahu ponselnya dirampas, Nada langsung berteriak minta tolong.

"Waktu itu ada yang mendengar teriakan perempuan, dan ada yang kabur pakai motor dengan kecepatan tinggi. Ojek online yang suka nongkrong di sini melihat, dikejar," ujar Santi (45), pedagang di sekitar Jalan Tawes saat ditemui di lapaknya, Minggu (17/3).

Santi tidak tahu lagi apa yang terjadi.

Nada diarahkan untuk membuat laporan di Polsek Lengkong.

Belakangan diketahui, sang pencuri berhasil ditangkap di Jalan Lengkong Besar, tepatnya di sebuah cafe.

"Pelaku ini kabur lalu masuk ke parkiran cafe via Jalan Cikawao. Di sana, pelaku tidak bisa melarikan diri dan langsung diamankan ke kantor polisi," ujar Kapolsek Lengkong, Kompol Ari Purwantono di kantornya, Jalan Buah Batu, Minggu (17/3).

Belakangan diketahui, pelaku bernama Didi Ramdani wa‎rga Desa Cikasungka Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung.

Saat ini, Didi mendekam di tahanan Polsek Lengkong.

"Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan, kami jerat dengan Pasal 365 KUH Pidana," ujar Ari. Ancaman pidana maksimal di Pasal itu yakni 9 tahun pidana penjara.

Di tangan tersangka, polisi menyita barang bukti. Yakni ponsel merek Samsung Galaxy Note 9 warna gold milik Nada. Lalu satu unit sepeda motor merek Honda Beat dengan nomor polisi D 2261 VBM.

"Modus tersangka ini karena faktor ekonomi, yang bersangkutan tidak bekerja. Barang hasil curian digunakan untuk keperluan sehari-hari," ujar dia. (men)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved