Mahkamah Agung Sosialisasikan E-Court ke Advokat Peradi, Kendalanya Server Sering Lemot

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung (MA) mensosialisasikan electronic court (e-court) pada advokat

Mahkamah Agung Sosialisasikan E-Court ke Advokat Peradi, Kendalanya Server Sering Lemot
Tribunjabar/Mega Nugraha
Sekretaris Ditjen Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung (MA) Wahyudin (kanan), Ketua Peradi Bandung Roely Panggabean dan advokat Peradi Ali Nurdin di Jalan Sumatera, Jumat (15/3/2019). 

Misalnya kata dia, gugatan perkara keperdataan yang biasa dengan berkas tebal, di print, kini bisa didaftarkan ke pengadilan dalam bentuk soft file-nya saja.

"Dengan begitu, kan lebih murah dan lebih efisien," ujar Roely.

Ali Nurdin, anggota Peradi menambahkan e-court pada dasarnya membantu para advokat ‎memudahkan pendaftaran perkara. Paperless dan menghemat waktu karena berbasis internet.

"Memang ada kendala. Jika upload berkas gugatan, kadang servernya sibuk, prosesnya lambat. Hari ini upload, bisa berhari-hari masuknya. Tapi prinsipnya ini bagus dan sangat membantu kami para advokat," ujar Ali.


Mahkamah Agung sejak 2018 sudah mensosialisasikan program e-court ini dan sudah banyak para advokat yang memanfaatkannya.

‎"Harus dicoba namun harus pula ada perbaikan terhadap servernya. E-court ini kan makhluk baru, mau tidak mau kelak pada saatnya, e-court ini akan berjalan," ujar Ali.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved