Trotoar Jalan Raya Bandung-Garut Seakan Beralih Fungsi Jadi Tempat PKL dan Pedagang Lainnya

Fasilitas trotoar baru bagi para pejalan kaki yang berada di Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, telah beralih fungsi.

Trotoar Jalan Raya Bandung-Garut Seakan Beralih Fungsi Jadi Tempat PKL dan Pedagang Lainnya
Tribun Jabar
Ilustrasi Trotoar Dimanfaatkan PKL 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Fungsi trotoar di beberapa titik Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, seakan telah berubah.

Seperti yang terlihat pada trotoar di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, aktivitas jual beli sejumlah pedagang kaki lima (PKL), dilakukan di badan trotoar, sehingga menghambat para pejalan kaki untuk melangkah.

Sejumlah PKL yang menggelar dagangannya di trotoar jalan ini menjajakan sejumlah kebutuhan untuk masyarakat, mulai dari pakaian, alat rumah tangga, hingga makanan ringan.

Tak hanya itu, di sisi trotoar pun berdiri sebuah bangunan toko yang menjual alat serta bahan bangunan, namun lebih parahnnya, barang-barang tersebut disimpan dan memakan hampir seluruh lebar trotoar.

Akibatnya, para pejalan kaki yang saat itu tengah berjalan di trotoar, terpaksa mengalah dan kemudian harus melangkah di bahu jalan, untuk menghindari aktivitas manusia di fasilitas tersebut.

Para pengendara terlihat tengah menepi di sekitar Jalan Raya Bandung-Garut itu pun, memanfaatkan trotoar yang memiliki lebar tiga meter dan berlantaikan paving block sebagai tempat parkir.

Seorang pejalan kaki, Yanti Nurdiyanti (42), mengatakan, adanya aktivitas jual beli yang dilakukan di trotoar jalan membuatnya terganggu.

Dikatakannya, kondisi oknum warga yang menggunajan trotoar tidak sesuai dengan fungsinya itu jelas sudah menganggu ketertiban umum.

"Itu tuh trotoarnya kalau saya lihat sangat nyaman buat pejalan kaki, tetapi kenapa jadi banyak pedagang," kata Yanti kepada Tribun Jabar di trotoar Jalan Raya Bandung-Garut, Kabupaten Bandung, Kamis (14/3/2019).

Di sekitar trotoar jalan tersebut merupakan kawasan industri dengan jumlah karyawan mencapai ribuan, sehingga menyebabkan banyak PKL lainnya berdatangan terutama pada waktu pergantian shift.

Pejalan kaki lainnya, Setiawan (32), mengatakan, kalau ia tidak keberatan dengan adanya aktivitas jual beli di sekitar Jalan Raya Bandung-Garut, namun tidak berarti bisa dilakukan di trotoar.

"Harus tahu fungsinya, takutnya mereka malah mendirikan bangunnan semi permanen, bahaya itu. Belum lagi itu toko matrial seenaknya," katanya.

Polisi Kota Tasikmalaya Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Ciamis

Rayakan Ulang Tahun ke 86, Ini yang Dilakukan Persib Bandung, Tak Ada Miljan Radovic

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved