Para Sesepuh Unpad Minta MWA Segera Pilih Rektor Unpad, Jangan Sampai Ada Plt

Para sesepuh Universitas Padjadjaran meminta Majelis Wali Amanat (MWA) untuk segera menggelar pemilihan rektor Unpad.

Tribun Jabar/Hilda Rubiah
Sejumlah sesepuh Unpad atau Guru Besar Emeritus dan sejumlah anggota MWA seusai rapat di Kantor MWA, Jalan Cimandiri No 14 Kota Bandung, Kamis (14/3/2019) 

Termasuk juga dihadirkan Ombudsman dan Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak yang memberikan pandangannya dan membuka jalur pengaduan masyarakat.

Tak hanya berhenti di situ, sejak November secara tiba-tiba rektor petahana mengirim surat tentang pemberhentian sementara Obsatar Sinaga kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

Mangcincar, Sarana Mahasiswa Unpad Berbagi Masalah, BEM Kema Unpad Siap Bantu

Cegah Mahasiswa Bunuh Diri, BEM Kema Unpad Buat Program Ini, Deteksi Dini Gejala Depresi

Pemberhentian sementara Obsatar Sinaga pun disetujui Mohamad Nasir.

Satu di antara dosen Unpad ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Prijana, memprotes an meminta keputusan itu ditinjau kembali namun status pemberhentian sementara Obsatar Sinaga belum dicabut.

Menurut Soeganda Prijatna, sebaiknya, proses pemilihan rektor Unpad terus dilangsungkan Jika terus datang pengaduan, katanya, yang ada malah reputasi Unpad tambah rusak.

"Kejelekan-kejelakan diumbar, nanti tambah rusak Unpad ini, gambaran orang," ujarnya.

Menurutnya, sebaiknya masalah hukum bisa diserahkan ke pengadilan. 

Pemilihan Rektor Unpad Kembali Molor, Padahal Tanggal Pemilihan Rektor Sudah Terlewat

Soeganda mengatakan jangan sampai pemilihan rektor tak terlaksana hingga menghadirkan Pelaksana Tugas Rektor (PLT).

"Bayangkan saja PLT Rektor melantik mahasiswa, tidak mungkin, misalnya jika sampai begitu," ujarnya.

Oleh karena itu, mewakili kekhawatiran para guru besar yang lain, Soeganda mengharapkan waktu pemilihan rektor segera ditetapkan.

"Beranikan diri ambil keputusan, toh kita sudah memberikan kewenangan kepada MWA, diharapkan berjalan sesuai jadwal jangan terkatung-katung," katanya.

Pada pertemuan para sesepuh atau Guru Besar dengan MWA itu, rekomendasi tertulis ditandatangani oleh 20 guru besar emeritus.

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved