Fakta Baru Dibalik Pertemuan James Riyadi, Billy Sindoro, Bartholomeus Toto dengan Bupati Bekasi

Mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto ternyata meminta anak buahnya agar bisa mengatur pertemuan antara bosnya James Riyadi

Fakta Baru Dibalik Pertemuan James Riyadi, Billy Sindoro, Bartholomeus Toto dengan Bupati Bekasi
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
James Riady saat menjadi saksi pada persidangan kasus suap perizinan Meikarta di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto ternyata meminta anak buahnya agar bisa mengatur pertemuan antara bosnya James Riyadi dengan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Hal itu terungkap dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (13/3/2019), dengan terdakwa penerima suap yakni, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Jamaludin, Sahat Banjarnahor, Neneng Rahmi Nurlaili ‎dan Dewi Tisnawati.

Pada persidangan itu, jaksa KPK memutar rekaman percakapan antara Bartholomeus Toto dengan anak buahnya, Edi Dwi Soesianto.

Toto: Bisa ngomong sebentar?
Edi Soes: Ya bisa
Toto: Pak James sama Pak Billy Sindoro mau ketemu ibu (bupati). Kalau nggak besok, Senin. Jadi mau ngomong bertiga. Bagus nggak? Bagus kan?
Toto: Jadi mau ketemu, Pak James. Bagus kan mau ketemu, jadi bagus supaya urusan kita beres. Ya kalau besok bisanya sore, kalau nggak berkenan ya Senin
Toto: Tapi ngomongnya hati-hati ya, ya

Edi Dwi Soesianto membenarkan itu suaranya yang sedang berkomunikasi dengan Bartholomeus Toto.
Percakapan telpon itu terjadi pada 6 Januari 2018, setelah penyerahan uang Rp 10,5 miliar ke Neneng terkait IPPT.

‎"Percakapan itu terkait urusan Meikarta yang belum selesai. Saya dimintaPpak Toto untuk mengatur pertemuan dengan ibu bupati," ujar Edi Dwi Soesianto.

Isak Tangis Iringi Pemakaman Nuryanto, Istri Sempat Pingsan, Sang Ibu Minta Pelaku Dihukum

Edi menerangkan soal permintaan Toto terkait pertemuan dengan bupati harus hati-hati dalam berkomunikasi.

"Pertemuan itu supaya jangan banyak yang tahu dan ngomongnya hati-hati," kata Edi Soes. Hanya saja, ia tidak menjelaskan lagi apa maksud dari omonganya harus hati-hati itu.

‎‎Toto membenarkan itu suaranya saat berkomunikasi dengan Edi Soes. Menurutnya, pertemuan dengan Neneng karena bupati Bekasi itu baru saja melahirkan.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved