Pilpres 2019

Rizal Ramli Sebut Civil Society Kecewa Kebijakan Jokowi Tapi 'Takut' dengan Prabowo

Civil society, kata Rizal Ramli, di antaranya adalah aktivis atau orang yang memiliki perhatian khusus terhadap berbagai isu, dari mulai isu anak, per

Rizal Ramli Sebut Civil Society Kecewa Kebijakan Jokowi Tapi 'Takut' dengan Prabowo
Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Rizal Ramli 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Politikus dan ahli ekonomi, Rizal Ramli, menilai civil society atau kelompok masyarakat berperadaban di Indonesia menjadi penentu kemenangan satu di antara pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres) pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), 17 April 2019.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI tersebut mengatakan jumlah kelompok masyarakat yang juga disebut masyarakat madani ini mencapai sekitar 20 persen dari jumlah calon pemilih. Mayoritas dari mereka, katanya, belum menentukan pilihan untuk Pilpres 2019.

"Civil society kebanyakan belum menentukan pilihan. Di satu sisi, mereka tidak suka kebijakan ekonomi Pak Joko Widodo. Di sisi lain, mereka dalam tanda kutip "takut sama Prabowo", jangan-jangan otoriter, tidak demokratis," kata Rizal Ramli dalam kegiatan dialog kebangsaan bertema 'Peran Civil Society Dalam Pemilihan Presiden 2019' di sebuah kafe, di Jalan Hasanuddin, Kota Bandung, Selasa (12/3/2019).

Civil society, kata Rizal Ramli, di antaranya adalah aktivis atau orang yang memiliki perhatian khusus terhadap berbagai isu, dari mulai isu anak, perempuan, hak asasi manusia, pers, pertanahan, perempuan, sampai kebebasan berpendapat.

Mereka akan menentukan pilihan pada saat-saat terakhir jelang pemungutan suara.

Rizal Ramli mengatakan bahwa civil society tidak menyukai kebijakan ekonomi Presiden Jokowi karena terjadi kemandekan ekonomi pada angka lima persen, semakin tingginya risiko ekonomi makro, defisit neraca perdagangan paling besar selama 10 tahun terakhir, sampai defisit transaksi berjalan yang tinggi selama 4,5 tahun.

Viral Video Prabowo Subianto Marahi Pengawalnya di Cianjur, Begini Kata Saksi Mata

Presiden Jokowi Garang Naik Motor, Harga Motornya Rp 7-9 Miliar, Kloningan Motor Marquez

"Bisanya cuman minjam uang dari luar lebih banyak supaya uang dolar masuk, supaya cadangan devisa naik dan rupiah kuat. Ini solusi temporer, bahaya untuk pemimpin di masa depan karena utang semakin besar dan bunga besar," katanya.

Rizal Ramli mengatakan pernah menguji kedua pasangan ini untuk mengetahui pandangan mereka terhadap kebebasan berpendapat dan demokrasi. Kehidupan demokrasi, katanya, tentunya sangat penting bagi civil society.

Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE, katanya, kerap menjadi penghalang masyarakat dalam menyampaikan pendapatnya atau mengritik pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved