Halte BRT Cinunuk yang Tidak Terurus Jadi Tempat PMKS

Kondisi halte bus rapid transit (BRT) Cinunuk di Jalan Raya Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, kondisinya semakin memprihatinkan

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/HAKIM BAIHAQI
Kondisi halte bus rapid transit (BRT) Cinunuk di Jalan Raya Cinunuk, Selasa (12/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kondisi halte bus rapid transit (BRT) Cinunuk di Jalan Raya Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, kondisinya semakin memprihatinkan dan luput dari perawatan.

Pantauan Tribun Jabar, Selasa (12/3/2019), halte yang digunakan sebagai tempat naik turun penumpang Bus Damri, hampir seluruh bagian bangunannya terselimuti debu tebal, sehingga tampak kusam.

Halte BRT Cinunuk yang berjarak dua kilometer dari Gerbang Tol Cileunyi ini, di dalamnya dipenuhi sampah plastik rumah tangga dan berbau pesing, sehingga pejalan kaki yang melintas terpaksa menutup hidung.

Bagian bangunan halte tersebut pun, tampak mengalami kerusakan, mulai dari kaca jendela, rangka atap, rolling door, dan pecahan kaca berserakan di lantai tersebut.

Halte BRT Cinunuk Tidak Terurus, Kondisinya Bau Pesing dan Dipenuhi Sampah

Belum lagi, aksi vandalisme coretan di beberapa bagian dalam dan luar yang dilakukan oleh sejumlah orang tidak bertanggung jawab pun, membuat kondisi halte tersebut semakin memprihatikan.

Lebih parahnya, terminal tersebut pun kerap dimanfaatkan oleh orang - orang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), sebagai tempat berlindung dari terik matahari dan guyuran hujan

Warga sekitar, Rahman (42), mengatakan, bangunan halte tersebut tidak dipergunakan untuk para calon penumpang menunggu bus, sehingga dianggap meresahkan oleh warga sekitar dengan kehadiran para PMKS.

"Banyak anak jalanan yang sering jadikan halte sebagai tempat tidur, suka risih lihatnya," kata Rahman kepada Tribun Jabar di sekitar Halter BUS BRT Cinunuk, Selasa (12/3/2019).

Prediksi Susunan Pemain Persib Bandung vs Perseru Serui

Di dalam lokasi halte pun, ditemukan banyak kemasan obat batuk sachet dan botol minuman keras oplosan, yang diduga dikonsumsi oleh orang - orang PMKS.

Rahman mengatakan, warga sekitar pun beberapa mengimbau kepada orang - orang tersebut untuk segera pindah, namun tetap kembali dan menetap dalam waktu lama.

"Suka meresahkan, apalagi di situ kan ada jalur buat pejalan kaki. Mereka saya lihat suka takut gitu," katanya.

Wawancara Eksklusif: Kabupaten Bandung Langganan Banjir, Diganti Saja Jadi Musim Banjir

Berikut Jadwal Lengkap Kajian Islam di Bandung dan Sekitarnya, Hari Ini, 12 Maret 2019

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved