Pilpres 2019

Jokowi: Jangan Teriak-teriak Pasal 33 tapi Miliki Lahan Lima Kali Lipat Luas DKI Jakarta

Ia menyiratkan kegeramanya terhadap isu yang beredar bahwa selama ia memimpin, kerap membiarkan pihak asing menguasai tanah di Indonesia.

Jokowi: Jangan Teriak-teriak Pasal 33 tapi Miliki Lahan Lima Kali Lipat Luas DKI Jakarta
tribunjabar/mega nugraha
Jokowi melayani selfie pendukungnya di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat di Kota Bandung, Minggu (10/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon presiden Joko Widodo alias Jokowi terang-terangan menyindir lawan politiknya untuk tidak menyebut lagi Pasal 33 ayat 3 Undang-undang Dasar 1945, yang mengatur soal tanah, air udara dan kekayaan yang berada di dalamnya di kuasai negara untuk kemakmuran rakyat.

‎"Jangan teriak pesimisme lagi, jangan coba teriak Pasal 33..Pasal 33...tapi dia sendiri memiliki lahan lima kali lipat lahan Jakarta," ujar Jokowi saat berpidado di Deklarasi Alumni Jabar Ngahiji, di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Kota Bandung Minggu (10/3/2019).

Mendengar pernyataan itu, massa yang diprediksi mencapai ribuan lebih itu langsung kompak berteriak. "Balikin...balikin...balikin," ujar massa yang berteriak. Jokowi sendiri tertegun kemudian melanjutkan pidatonya.

"Saya meyakini dengan optimisme Indonesia bisa maju. Bukan pesimisme," ujar Jokowi. Ia tidak menyebut pada siapa sindiran itu dilontarkan.

Menurutnya, pemberian hak atas tanah dari negara ke individu atau korporasi dalam konsesi hak guna usaha atau hak guna pakai dilegalkan menurut undang-undang.

"Tapi penggunaan lahannya harus produktif, harus memberikan manfaat dan kontribusi pada rakyat dan negara. Tapi kalau hanya kuasai lahan lima kali lipat dari Provinsi DKI Jakarta," ujar Jokowi.

 Link Live Streaming MotoGP 2019 Qatar, Vinales Start Terdepan, Valentino Rossi Mulai dari ke-14

Persib Bandung Vs Perseru Serui di Piala Presiden 2019, Dedi Kusnandar Bisa Merumput [VIDEO]

Ia menyiratkan kegeramanya terhadap isu yang beredar bahwa selama ia memimpin, kerap membiarkan pihak asing menguasai tanah di Indonesia.

Sedangkan, apa yang ia lakukan seperti membagikan sertifikat tanah ke rakyat diartikan tidak berguna.

"Justru saya dituding berikan tanda bukti hak hukum lebih dari 16 juta sertifikat, memberikan konsesi ke rakyat 2,6 juta hektare, dibilang tidak berguna," ujar Jokowi.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved