China Minta Maskapai Mereka Tak Pakai Boeing 737 MAX 8 seperti Lion Air yang Jatuh di Karawang

Sebelumnya, Loin Air PK-LQP atau Lion Air JT-610 jatuh di perairan Karawang, Akhir Oktober 2018 silam.

China Minta Maskapai Mereka Tak Pakai Boeing 737 MAX 8 seperti Lion Air yang Jatuh di Karawang
(AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR)
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. 

TRIBUNJABAR.ID, SHANGHAI - Regulator penerbangan China telah memerintahkan maskapai penerbangan China untuk menangguhkan penggunaan pesawat Boeing 737 MAX 8 mereka.

Mengutip Reuters, keinginan itu terungkap dalam laporan media Caijing pada hari Senin (11/3/2019), menyusul kecelakaan mematikan pada 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines.

Seperti diketahui, Minggu (10/3/2019) Ethiopian Airlines 737 MAX 8 menuju Nairobi jatuh beberapa menit setelah lepas landas dengan menewaskan semua 157 orang di dalamnya.

Itu adalah kecelakaan kedua 737 MAX.

Sebelumnya, pesawat Lion Air jatuh di perairan Karawang, akhir Oktober 2018 silam.

Pesawat Lion Air JT-610 atau Lion Air PK-LQP ini membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 awak kabin dan semuanya tewas.

Caijing, mengutip sumber-sumber industri yang akrab dengan masalah ini mengatakan, maskapai China yang mengoperasikan sekitar 60 pesawat jenis itu telah menerima pesanan dari Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) dan menghentikan penggunaannya pada hari Minggu.

CAAC mengatakan akan mengeluarkan pernyataan di situs webnya mengenai 737 MAX 8 segera.

Media mengatakan maskapai penerbangan China-nya mengoperasikan lebih dari 90 pesawat.

Sebuah sumber di salah satu operator China dari 737 jet MAX mengatakan kepada Reuters bahwa maskapai itu telah menghentikan operasi setelah mendapat pemberitahuan awal Senin. Sumber tidak berwenang berbicara kepada media tentang masalah ini.(*)

Azis Husaini/Sumber: Reuters 

Editor: Ravianto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved