Semarak Baliho Caleg di Lingkungan Kampus di Jatinangor, Mahasiswa: Kesannya Kumuh

Sejumlah mahasiswa di kawasan pendidikan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mengeluhkan pemasangan alat peraga kampanye (APK) di lingkungan kampus.

Semarak Baliho Caleg di Lingkungan Kampus di Jatinangor, Mahasiswa: Kesannya Kumuh
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sejumlah alat peraga kampanye berbentuk baliho berbagai ukuran, dipasang berjajar di dekat tembok kampus Universitas Padjajaran (Unpad), Sabtu (9/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Menjelang Pemilu 2019, spanduk dan poster para calon legislatif atau caleg hampir memenuhi semua sudut di Kabupaten Sumedang.

Sejumlah mahasiswa di kawasan pendidikan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mengeluhkan pemasangan alat peraga kampanye (APK) di lingkungan kampus.

Dari pantauan Tribun Jabar, Sabtu (9/3/2019), sejumlah APK berbentuk baliho berbagai ukuran, dipasang berjajar di dekat tembok kampus Universitas Padjajaran (Unpad) atau sebelum 300 meter gerbang masuk.

Sebagian besar baliho yang terpasang di tembok tersebut merupakan, calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten / Kota dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Seorang mahasiswa, Muhamad Akbar (20), mengatakan pemasangan baliho di sekitar kawasan pendidikan tersebut, dianggap merusak keindahan.

Prabowo Subianto Kutip Ramalan Ronggowarsito ketika Pidato di Universitas Kebangsaan

Ribuan Warga Tunggu Kehadiran Prabowo ke Ponpes Darussalam Wanaraja Garut

"Kalau banyak banner caleg gitu kesannya kumuh, apalagi itu ukurannya besar-besar juga," kata Akbar di sekitar Kampus Unpad Jatinangor, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu (9/3/2019).

Tak hanya itu, tepat di dekat gerbang pintu masuk, banner para calon peserta pemilu ini pun, terlihat dipasang berjejer dengan banner promosi produk serta event.

Mahasiswa lainnya, Syifa Nurazizah (19), mengatakan seharusnya pemerintah atau pihak terkait dapat segera menertibkan banner itu karena dikhawatirkan semakin menjamur mendekati hari pemilihan pada 17 April 2019.

"Cabut saja, seakan-akan kampus menjadi sarana untuk berkampanye para caleg," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved