Mengenal Peringatan Sejit Kongco di Vihara Dharma Sukha di Cirebon

Satu per satu dari jemaat masuk ke dalam vihara dan meletakkan makanan yang mereka bawa di meja yang sudah disediakan.

Mengenal Peringatan Sejit Kongco di Vihara Dharma Sukha di Cirebon
siti masithoh/tribun jabar
Sejumlah umat sedang mengangkat HU pada tangannya saat beribadah memperingati Sejit Kongco di Vihara Dharma Sukha di Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/3/2019). HU tersebut merupakan permintaan yang dikhususkan kepada rezeki. HU juga merupakan satu dari rangkaian ibadaj yang dilakukan saat Sejit Kongco 

Pada Sejit Kungco ini, pihaknya berharap agar semua perjalanan hidup manusia tidak dioenuhi rintangan. Masalah besar menjadi kecil dan masalah kecil ditiadakan.

"Kita juga sebagai pengurus selalu berdoa untuk umat lainnya agar selalu bertoleransi dalam beragama," katanya.

Seperti diketahui, peranan vihara itu di zaman kolonial terasa. Sebab, vihara banyak membantu perjuangan melawan kolonial Belanda.

Vihara Dharma Sukha yang tadinya berada di Blok Pemarakan dipindahkan ke belakang Pasar Kue, sebab kolonial Belanda bisa memantau langsung aktivitas di vihara karena lokasinya yang berada di dekat jalan raya.

"Dulu di Blok Pemarakan yang masih termasuk Desa Weru Kidul kan letaknya di belakang, sehingga aktivis nya kadang tidak terlihat. Maka sejak saat itu vihara ini berlokasi tepat di belakang Pasar Kue," kata dia.

Vihara ini direnovasi berturut-turut pada 2012, 2013, 2014, dan dilanjutkan pada 2016.

"Dulu bangunannya tidak semegah ini, sekarang sudah tampak megah. Ini dilakukan agar jemaat yang sembahyang merasa nyaman. Dan karena ini bangunan bersejarah, maka kita tidak mengubah bentuk aslinya," ucapnya.

Di ruang sembahyang disimpan pak pwe atau semacam kayu kecil sepasang.

Pak pwe biasanya digunakan jemaat untuk menentukan apakah mereka bisa meminum air yang disediakan di ruang sembahyang atau tidak.

Cara menentukan jemaat ini bisa minum air di ruang sembahyang atau tidak adalah dengan cara melempar pak kwe, kalau posisi kayu menghadap ke atas atau terbuka tandanya dewa tidak setuju, kalau kayu menghadap ke bawah atau tertutup artinya dewa setuju.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved