Jaksa Kejati Jabar Sudah Kirim Surat Pemanggilan Uu Ruzhanul Ulum ke Sidang Kasus Hibah Korupsi

Kejaksaan Tinggi Jabar sudah menerima surat pemanggilan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum ke persidangan pada Senin (11/3/2019), dari hakim.

Jaksa Kejati Jabar Sudah Kirim Surat Pemanggilan Uu Ruzhanul Ulum ke Sidang Kasus Hibah Korupsi
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jumat (23/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sudah menerima surat penetapan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung yang mengadili kasus korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya, yang berisi pemanggilan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum ke persidangan pada Senin (11/3/2019).

"Surat penetapan majelis hakim untuk memanggil yang bersangkutan sudah kami terima," ujar Andi Adika Wira, koordinator jaksa penuntut umum pada kasus tersebut saat dihubungi Tribun Jabar, Jumat (8/3).

‎Ia mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan itu ke Uu Ruzhanul Ulum pekan ini untuk bisa hadir di persidangan pada Senin (11/3) sebagai saksi untuk sembilan terdakwa, salah satunya Sekda Pemkab Tasikmalaya, Abdulkodir.

"Suratnya sudah kami sampaikan, diterima oleh sekretarisnya Pak Uu. Artinya surat itu sudah diterima yang bersangkutan," ujar dia.

Lantas, bagaimana kekuatan hukum pemanggilan Uu tersebut, mengingat Uu bukan ‎saksi yang diperiksa penyidik sejak kasus ini bergulir. Pemanggilan itu sendiri belum memiliki kekuatan memaksa.

"Jika tidak hadir harus ada penetapan lagi‎ oleh majelis hakim. Permintaan menghadirkan yang bersangkutan itu kan dari penasehat hukum untuk memberi kesaksian meringankan untuk terdakwa," ujar Andi.

Resmi, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Uu Ruzhanul Ulum di Sidang Korupsi Hibah Tasikmalaya

‎Uu sendiri tidak jadi saksi dalam kasus ini sejak kasus ini ditangani penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar. Namun belakangan, Uu disebut-sebut di persidangan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Samudi menerangkan bahwa sedari awal, ke sembilan terdakwa ‎itu tidak menyebut-nyebut nama Uu.

"Hasil keterangan semua saksi tidak ada yang menyebutkan keterlibatan mantan bupati. Kalau muncul di persidangan, ya kita tunggu saja apa keputusan hakim," ujar Samudi.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved