Dorong Potensi Bisnis Para Pelaku Usaha di Era Digital, Unpas Siap Jadi Enterpreneur University

Rektor Unpas, Prof Dr Ir H.Eddy Jusuf Sp MSi MKom mengatakan, ke depan orientasi Unpas tidak cukup hanya menjadi kampus riset

Dorong Potensi Bisnis Para Pelaku Usaha di Era Digital, Unpas Siap Jadi Enterpreneur University
TRIBUN JABAR/CIPTA PERMANA
Rektor Unpas, Prof Dr Ir H.Eddy Jusuf Sp MSi MKom memberikan sambutan dalam kegiatan International Course of One Asia Community bertajuk Strengthening Enterpreneurship in Asian Community di di Aula Mandala Saba Otto Iskandardinata Unpas, Jalan Setiabudhi, Bandung, Jumat (8/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini, telah memberikan dampak peluang bagi para pelaku usaha untuk dapat menghasilkan dan mengembangkan bisnisnya.

Hal ini, turut mendorong Universitas Pasundan (Unpas) untuk menjadi salah satu institusi pendidikan vokasional kewirausahaan atau enterpreneur university Indonesia di masa depan.

Rektor Unpas, Prof Dr Ir H.Eddy Jusuf Sp MSi MKom mengatakan, ke depan orientasi Unpas tidak cukup hanya menjadi kampus riset, tetapi juga harus mampu menjadi enterpreneur university, oleh karena itu selama empat tahun ini pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di kawasan ASEAN yang tergabung dalam One Asia Community, untuk mendorong adanya beragam inovasi terkait bidang kewirausahaan.

"Sekarang itu kita mengenal adanya sistem Fintech (financial technology) yang mengkombinasikan penerapan inovasi hasil penelitian dengan kemajuan digital di berbagai sektor, salah satunya bidang kewirausahaan. Oleh karena itu kedepan kita harus menjadi enterpreneur university, karena bagaimanapun hasil penelitian harus dapat di hilirisasikan dan bermanfaat kepada masyarakat," ujarnya usai menghadiri acara Seminar Internasional One Asia Community 2019 di Aula Mandala Saba Otto Iskandardinata Unpas, Jalan Setiabudhi, Bandung, Jumat (8/3/2019).

Kisah Perjuangan Alfath Prannisa, Wisudawan Unpas Peraih IPK 4.00 yang Termotivasi dari Sang Ayah

Eddy menuturkan, dalam upaya menargetkan sebagai enterpreneur university, Unpas terus mendorong agar para mahasiswanya untuk dapat memulai bidang kewirausahaan melalui pendidikan start up. Terlebih menurutnya, Unpas telah memiliki laboratorium inkubasi bisnis yang dapat memfasilitasi para mahasiwanya untuk mengembangkan potensi wirausaha yang dimilikinya.

"Pemerintah saat ini juga telah mulai terbuka, bahkan mendorong agar para siswa di jenjang SMA/SMK agar berani memiliki sebuah start up. Jadi begitu mereka masuk Unpas akan kami tingkatkan potensi usahanya, sehingga begitu mereka lulus, bisnis start upnya sudah matang dan dirasakan masyarakat," ucapnya.

Eddy menjelaskan, upaya menjadikan Unpas sebagai enterprenereur university pun tidak terlepas dari keinginannya untuk mematahkan paradigma yang selama ini tumbuh di masyarakat, bahwa agar sukses berwirausaha itu memerlukan pendidikan yang tinggi. Hal ini justru bertolakbelakang dengan hasil riset yang ada, dimana hanya sekitar satu persen saja, pelaku usaha dapat sukses tanpa mengenyam pendididikan tinggi.

"Masyarakat selama ini hanya melihat pengusaha sukses saja di luar negeri, seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Jack Ma yang mengalami kegagalan dalam bidang pendidikan, tapi itu cuma satu persen saja, dan 99 persen itu sukses berkat mengenyam pendidikan. Karena dengan pendidikan yang tinggi, tentu seseorang akan mampu memprediksi dan mengahdapi tantangan dalam berwirausaha," ujar dia.

Seleksi Calon Direksi, Berikut Kata Ekonom Unpas Acuviarta Kartabi

Oleh karenananya Unpas cukup bangga saat One Asia Foundation memilih kampus Unpas sebagai salah satu kampus dalam menguatkan vokasi melalui seminar internasional One Asia Community. Pasalnya di jelaskan Eddy di Indonesia, khsususnya di Kota Bandung, baru terdapat empat kampus yang didatangi One Asia Foundation yakni tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Unpas sebagai satu-satunya PTS.

“Sekarang Unpas menjadi kampus swasta pertama yang dipercaya One Asia Fondation untuk menggelar seminar internasional. Dan Agustus mendatang kami akan mengikuti perkumpulan seluruh kampus di Asia yang disenggarakan di Korea Selatan menindak lanjuti seminar One Asia Community di seluruh Asia,” katanya.

Seminar One Asia Community 2019 bertema Strengthening Enterpreneurship in Asian Community, yang menghadirkan Chairman of One Asia Foundation Japan, Yoji Sato.

Dalam seminar itu membahas tentang bagaimana perguruan tinggi menguatkan pendidikan vokasional dan kewirausahaan, sebagai cara berkompetisi di Asia dan dunia khususnya dalam kebutuhan industri saat ini. (Cipta Permana).

Jaksa Kejati Jabar Sudah Kirim Surat Pemanggilan Uu Ruzhanul Ulum ke Sidang Kasus Hibah Korupsi

Grab Digandeng Pemkot Atasi Kemacetan, ASN Bisa Disanksi Denda Minimal Rp 50 Ribu Per Hari

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved