Kakek Tunanetra Berjalan Sambil Meraba Pagar Tanaman, Pemilik Tak Terima, Sang Kakek Dipenjara

Dalam perjalanannya, PS meraba-raba pinggiran tanaman pagar persis di depan rumah tetangga.

Kakek Tunanetra Berjalan Sambil Meraba Pagar Tanaman, Pemilik Tak Terima, Sang Kakek Dipenjara
Pixabay.com
Ilustrasi. 

TRIBUNJABAR.ID, MEDAN - Seorang kakek tunanetra dan tunarungu di Asahan, Sumatera Utara harus berhadapan dengan hukum.

Dia menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap tetangganya.

Masalah hukum itu kini dihadapi kakek PS (75), warga Panca Arya Kisaran, Asahan.

Penyandang tunanetra dan tunarungu ini dijerat dengan Pasal 351 KUHPidana.

Kasus yang membelit PS berawal pada 15 Desember 2018 lalu.

Ketika itu dia berjalan di sekitar rumahnya dengan bantuan tongkat kayu.

Dalam perjalanannya, PS meraba-raba pinggiran tanaman pagar persis di depan rumah tetangga.

Istri tetangganya itu, melarang agar pria tua itu tidak mencongkel tanah yang dapat merusak bunga di depan rumahnya.

Namun PS tetap meraba-raba tanaman di depan rumah tetangganya.

Suami tetangganya yang tidak terima, lalu mendorong PS hingga tersungkur dan tongkatnya patah.

PS tidak tinggal diam.

Dia berdiri dan melawan. Pria ini memukulkan tongkatnya ke arah tetangganya.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved