Pria Ini Setiap Hari Berjalan Kaki Puluhan Kilometer untuk Berjualan Bambu

Adis (35) rela berjalan kaki puluhan kilometer saban hari untuk berjualan bambu.

Pria Ini Setiap Hari Berjalan Kaki Puluhan Kilometer untuk Berjualan Bambu
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Adis (35) mendorong gerobak kayu berisi belasan bambu. Saban hari ia berjalan puluhan kilometer untuk menjajakan bambu hijau. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seorang pria tampak menyusuri Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Ia mendorong gerobak kecil yang di atasnya berisikan belasan bilah bambu.

Pria yang berjalan di tengah padatnya arus lalu lintas itu bernama Adis (35), warga Kampung Citali, Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Setiap harinya, pria yang memiliki dua orang anak ini berkeliling untuk menjajakan belasan bilah bambu hijau (bambusa tuldoides) yang rata-rata memiliki panjang 10 meter.

Memulai aktivitas berjualan bambu pada pagi hari, tak tanggung-tanggung, Adis setiap harinya harus berjalan kaki sambil menjajakan bambu sejauh 22 kilometer dari kediamannya di Pamulihan ke wilayah Kecamatan Rancaekek dan Solokanjeruk.

Adis bercerita, pada pukul 05.00 selepas azan Subuh berkumandang, ia kemudian menuju halaman rumah untuk menyiapkan seluruh bambu. Lima belas menit kemudian ia siap untuk berangkat mencari pundi-pundi rupiah.

Ia menambahkan, menjadi seorang penjual bambu keliling, telah ia lakoni sejak 2004. Pekerjaan tersebut dijalani karena terdesak permasalahan kebutuhan dan sulitnya mendapatkan pekerjaan lain.

"Dari zaman masih bujang sampai punya anak, saya masih setia sama pekerjaan ini. Yang penting dapur tetap ngebul," kata Adis saat ditemui di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, Rabu (6/3/2019).

Gerobak yang berisikan belasan bambu tersebut, diakui Adis, memiliki berat hingga lebih 100 kilogram dan memerlukan tenaga ekstra untuk mendorongnya, terutama saat melintasi jalan berlubang serta menanjak.

Adis menambahkan, bambu-bambu tersebut masih dibutuhkan oleh peminat untuk digunakan berbagai kebutuhan, mulai dari atap rumah, tiang penyangga, pagar, konstruksi rumah, hingga bahan kerajinan.

"Sebagian besar biasanya untuk kebutuhan pembangunan rumah. Saya jual Rp 25 ribu satu (bilah) bambunya," kata Adis.

Berkeliling hingga pukul 14.00 WIB, Adis pun lantas kembali ke rumahnya yang berada di Kecamatan Pamulihan, dengan cara menyewa kendaraan bak terbuka, untuk mengangkut gerobak kayu pengangkut kayu miliknya.

Adis mengatakan, hal tersebut terpaksa dilakukan lantaran, bila pulang berjalan kaki dipastikan memakan waktu lama dan takut membuat khawatir semua anggota keluarga yang menunggu di rumah.

"Biasanya kalau pulang sama tukang bambu lainnya, janjian gitu. Jadi bisa patungan buat bayar mobilnya, kalau tidak begitu sampai rumah pasti malam," katanya.

Seorang Remaja di Cianjur Tangannya Putus Ditebas Orang Tak Dikenal, Polisi Kejar Pelaku

Penjual Seblak Ada di Mana-mana, Harga Kencur Terus Naik, Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved