Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Kartu Pra Kerja

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas tuduhan menjanjikan sesuatu pada peserta kampanye pemilu.

Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB) melaporkan Jokowi terkait kartu pra kerja ke Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas tuduhan menjanjikan sesuatu pada peserta kampanye pemilu.

Dikutip dari Kompas.com, pelapor tuduhan tersebut adalah Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB).

Mereka menuding Jokowi menjanjikan kartu pra kerja dalam kampanyenya.

Padahal, peserta pemilu dilarang menjanjikan apapun kepada peserta kampanye.

"Adapun perbuatan capres nomor urut 01, Pak Jokowi, yang disaat kampanye menjanjikan akan memberikan uang atau materi lainnya berupa gaji atau honor kepada peserta kampanye tersebut, maka patut diduga merupakan pelanggaran kampanye," kata Kuasa Hulum TAIB, Djamaluddin Koedoeboen, di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019).

Jokowi Dijadwalkan Menyanyi Sambil Main Gitar di Bandung, Catat Ini Tempat dan Waktunya

Menurut pelapor, janji Jokowi tersebut bahkan berpotensi hoaks.

Sebab, negara tidak punya anggaran untuk memberikan gaji kepada pengangguran, sebagaimana pernyataan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Pelapor mengatakan, Jokowi berpotensi melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf j Juncto Pasal 521 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Undang-undang tersebut mengatur bahwa pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu.

Pendukung Prabowo-Sandi di Sumedang Gagal Bertemu Capres-nya

Pelapor meminta Bawaslu segera menindaklanjuti aduan mereka.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved