Bawaslu Kabupaten Bandung Menduga Ada 46 WNA Masuk DPT

Bawaslu Kabupaten Bandung menduga ada 46 WNA masuk daftar pemilih tetap.

Bawaslu Kabupaten Bandung Menduga Ada 46 WNA Masuk DPT
Tribun Jabar
Ilustrasi eKTP WNA. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung menemukan 46 orang warga negara asing (WNA) yang diduga masuk ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) pilpres dan pileg.

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardia mengatakan, atas temuan tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung.

"Pagi ini kami langsung mengecek ke Disduk untuk disandingkan dengan data kependudukan. Dan ternyata yang bersangkutan tidak tercatat sebagai warga Kabupaten Bandung (atau WNA) jadi harusnya tidak ada di dalam DPT," kata Hedi Ardia saat ditemui di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (6/3/2019).

Menurutnya temuan tersebut merupakan hasil penyisiran Bawaslu di dua kecamatan yakni Kecamatan Cimenyan dan Margahayu.

Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah mengingat terdapat 31 kecamatan di Kabupaten Bandung.

"Kami menyisir dengan cara menganalisis DPT dengan cara melihat tempat kelahirannya. Ada yang dari Belanda, Swiss, Vietnam, Abu Dhabi, Hong Kong, dan Korea. Kami sisir kemudian kami sinkronkan dengan data Disduk ternyata tidak ada," ujar Hedi Ardia.

Dikatakan Hedi berdasarkan data Disdukcapil Kabupaten Bandung terdapat 350 WNA di Kabupaten Bandung.

Dari jumlah tersebut terdapat 29 WNA yang sudah mengantongi KTP-el.

"Dan dari 29 WNA tersebut ada dua WNA yang masuk DPT yakni atas nama Bruce Royden Ogle di Kecamatan Cimenyan dan Cecile Madriani Rutilas di Margahayu. Meski memiliki KTP-el mereka tetap tidak memiliki hak suara," ujarnya.

Atas hasil temuan tersebut pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung untuk dilakukan perbaikan DPT.

Karena hasil temuan KPU sendiri menurutnya juga terdapat 4 WNA yang masuk ke dalam DPT di Kabupaten Bandung.

"Ini jelas merupakan sebuah persoalan yang menjadi tanggung jawab bersama. Tidak bisa saling menyalahkan karena tidak ada pemutahiran data pemilih oleh panitia pemutahiran data pemilih seperti saat pilgub kemarin," ucapnya.

Prabowo Subianto Tunda Kunjungan ke Sumedang, Ini Penyebabnya

Pria Ini Setiap Hari Berjalan Kaki Puluhan Kilometer untuk Berjualan Bambu

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved