Mafia Bola

Joko Driyono Akan Kembali Diperiksa, Polisi Fokus Dalami Perannya di Perusakan Barang Bukti

Dedi mengatakan penyidik masih fokus menggali peran Jokdri dalam dugaan pencurian serta perusakan barang bukti kasus pengaturan skor.

Joko Driyono Akan Kembali Diperiksa, Polisi Fokus Dalami Perannya di Perusakan Barang Bukti
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) bergegas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Ditkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3 Indonesia. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Satgas Anti Mafia Bola kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, sebagai tersangka kasus dugaan perusakan barang bukti terkait pengaturan skor.

Pada pekan lalu, pemeriksaan terhadap pria yang akrab disapa Jokdri ini ditunda karena dirinya meminta izin kepada penyidik untuk menemui petinggi AFC.

"Tim satu, nanti minggu ini akan meminta keterangan saudara JD, karena kemarin tertunda meminta keterangan saudara JD, karena beliau ada kegiatan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jln Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019).

Dedi mengatakan penyidik masih fokus menggali peran Jokdri dalam dugaan pencurian serta perusakan barang bukti kasus pengaturan skor.

"Masih fokus tugas Satgas Anti Mafia Bola mendalami peran JD masalah pencurian perusakan barang bukti," tutur Dedi.

Seperti diketahui, pada pemeriksaan Jokdri pekan lalu hanya berjalan empat jam. Padahal sebelumnya pemeriksaan Jokdri memakan waktu hingga belasan jam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengungkapkan alasan pemeriksaan Jokdri berlangsung lebih cepat. Argo mengatakan Jokdri meminta izin untuk bertemu delegasi dari AFC.

"Jadi tadi pak Joko Driyono datang ya untuk melanjutkan pemeriksaan lanjutan tapi yang bersangkutan karena ada kedatangan dari AFC, pertandingan sepakbola yang U-22. Jadi yang bersangkutan meminta izin agar bisa menjemput di Bandara," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga memerintahkan perusakan terhadap barang bukti kasus pengaturan skor. Dirinya ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (14/2/2019) lalu.

Dirinya diduga memerintahkan tiga pesuruhnya, yakni Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Sepakbola beberapa waktu lalu.

Dia diduga memerintahkan ketiganya melakukan perusakan garis polisi atau masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi, kemudian memerintahkan melakukan perusakan barang bukti dan pencurian mengambil laptop terkait kasus dugaan pengaturan skor.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved