Sejarah Bandung

Mengenal Gedung PN Bandung, Dibangun Zaman Daendels & Simpan Berkas Putusan Berusia Ratusan Tahun

Gedung PN Bandung ternyata merupakan gedung heritage. Ada museum mini yang menyimpan berkas putusan pengadilan berusia ratusan tahun.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Koleksi berkas-berkas putusan pengadilan yang berusia ratusan tahun di Museum Mini Pengadilan Negeri Bandung. 

L‎aporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gedung Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Jalan LLRE Martadinata merupakan satu dari sekian gedung heritage di Kota Bandung.

Dikutip dari situs Pengadilan Negeri Bandung, pembangunan gedung ini tidak lepas dari pendirian dan perluasan Bandung oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendless pada 1811 yang sedang membangun jalan raya pos dari Anyer hingga Panarukan.

Sebagai kota yang baru berdiri saat itu, dibutuhkan fasilitas lain untuk menunjang sebuah kota, seperti alun-alun, gedung pemerintahan ‎hingga gedung pengadilan.

Dikutip dari laman pengadilan, gedung pengadilan ini semula hak milik eigondom nomor 3612 pada 1919.

Eigondom merupakan hak milik yang pengaturannya lewat sistem hukum barat sebelum Undang-undang Pokok Agraria yang terbit tahun 1960 berlaku.

Gedung pengadilan ini, sudah berfungsi sebagai pengadilan sebelum ‎Undang-undang Pokok Agraria berlaku.

Tidak heran PN Bandung masih menyimpan berkas-berkas berusia puluhan hingga ratusan tahun termasuk berkas-berkas putusan pengadilan.

Berkas-berkas putusan itu kini disimpan salah satunya di perpustakaan mini PN Bandung.

Perpustakaan mini berada di ruang tunggu hakim yang posisinya berada di dalam gedung tempat ruangan hakim, ruang mediasi, dan ruang ketua pengadilan. ‎

Menurut pantauan Tribun Jumat (1/3/2019), lebih dari 10 berkas putusan ditampilkan di perpustakaan mini itu.

Tampak kertas-kertas putusan sudah berwarna kuning.

"Ini putusan-putusan perdata yang diputus pada tahun 1900-an," ujar Wasdi Permana, Humas PN Bandung.

Putusan pengadilan dalam bentuk buku itu cukup tebal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved