Banjir Bandang Pangalengan Diduga Disebabkan Alih Fungsi Lahan Milik PTPN VIII

Alih fungsi lahan Perkebunan PTPN VIII diduga menjadi penyebab banjir bandang yang terjadi di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan

Banjir Bandang Pangalengan Diduga Disebabkan Alih Fungsi Lahan Milik PTPN VIII
istimewa
Korban banjir bandang Pangalengan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, PANGALENGAN - Alih fungsi lahan Perkebunan PTPN VIII diduga menjadi penyebab banjir bandang yang terjadi di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jumat (1/3/2019) sore.

ADM Perhutani KPH Bandung Selatan Tedy Sumarto menuturkan selain adanya sumbatan pada gorong-gorong sehingga air meluap ke permukiman, penyebab banjir bandang yang terjadi kemarin ini diduga adanya alih fungsi lahan di lahan milik PTPN VIII.

"Air ini karena memang hujan, bisa juga karena itu (alih fungsi) karena tadinya (di situ) tanaman kina terus langsung masuk sekarang fungsinya menjadi sayuran. Ditambah gorong-gorong tersumbat hingga meluap air itu," tuturnya di lokasi banjir bandang, Sabtu (2/3/2019).

Pihaknya memang tidak menyebutkan angka pasti kerusakan lahan akibat alih fungsi lahan di lahan PTPN VIII tersebut. Namun alih fungsi lahan tersebut terdapat di lahan seluas 600 hektare.

"(Lahan PTPN) luasnya kurang lebih 600 hektare. Alih fungsi perkebunan ya kurang lebih yang di 600 hektare itu," ujarnya.

Sementara lahan milik Perhutani di Petak 21 seluas 230 hektare berada tepat di atas perkebunan. Tedy memastikan tidak ada alih fungsi lahan di Perhutani bahkan pepohonan di Petak 21 dalam kondisi bagus.

HASIL PERTANDINGAN Persib Bandung Vs PS Tira Persikabo di Piala Presiden 2019, Skor 2-1 [VIDEO]

"Alhamdulillah di sini clear (tidak ada). Karena kita juga di 2019 ini ada reboisasi penanaman tanaman kerapatan tegakan tapi enggak segundul ini, yang gundul ini PTPN saya cek di petanya," ujarnya.

Di Petak 21 terdapat berbagai jenis tanaman pohon-pohon rimba campuran seperti kayu putih, pinus dan lain sebagainya.

Tedy berharap kejadian kali ini bisa menambah kesadaran masyarakat dalam menjaga alam. Sebab pihaknya sudah berulang kali mengingatkan namun warga tetap membandel.

"Perlu ada kesadaran dari masyarakat. Ketika TNI, Polisi, Perhutani berusaha menyadarkan masyarakat, masyarakat kadang-kadang bandel, mungkin karena ini menyangkut kehidupan mereka juga," ujarnya.


Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved