Soal WNA punya KTP, Mendagri Tjahjo Kumolo: Boleh, Tapi Proses Panjang

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, turut berkomentar mengenai kepemilikan KTP warga negara asing (WNA) di Cianjur, Jawa Barat.

TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Mendagri Tjahjo Kumolo 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, turut berkomentar mengenai kepemilikan KTP warga negara asing (WNA) di Cianjur, Jawa Barat.

Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa WNA bisa memiliki KTP dengan proses yang panjang dan selektif.

“Seperti di Bali itu kan banyak (WNA punya KTP), boleh, tapi proses panjang,” ujarnya ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

Bahkan menurutnya pemerintah sangat selektif untuk memberikan KTP bagi WNA.

“Orang dapat KTP elektronik itu sangat selektif, harus terdata sesuai kartu keluarga, RT RW jelas, kelurahan hingga kecamatan juga harus tahu, tak mungkin orang bisa menerabas dapat KTP-el kalau alamatnya tak jelas,” ujarnya.

Pendukung Habib Bahar bin Smith Sudah Padati PN Bandung, Pengunjung Sidang Ditanyai Identitasnya

Sidang Perdana Habib Bahar bin Smith, Jalan RE Martadinata Ditutup Sementara

“Sementara untuk WNA, yang bekerja di suatu daerah di Indonesia, dalam waktu sementara susah untuk dapat KTP karena tinggal dicek saja paspornya,” imbuhnya.

Tjahjo Kumolo menduga WNA tersebut mendapat KTP karena menikah dengan WNI (warga negara Indonesia) dan menetap di Indonesia.

“Ada suatu kasus yang pernah terjadi juga, mungkin dia menikah dengan WNI, tapi selain itu tak mungkin WNA mendapatkan KTP kecuali mengajukan pindah warga negara,” pungkasnya.

Kepemilikan KTP oleh WNA diwajibkan oleh undang-undang yakni dalam Pasal 63 UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Dalam pasal itu, disebutkan WNA yang sudah memiliki izin tinggal tetap dan berusia di atas 17 tahun serta sudah menikah atau pernah kawin wajib memiliki KTP-el. (Tribunnews.com/Rizal Bomantama)

Timnas U-22 Indonesia Juara Piala AFF U-22 2019, Ini Kata Kim Kurniawan

Produk Sepatu Asal Bandung Ini Tembus Pasar Internasional Hingga Jepang dan Amerika

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved