Heboh KTP WNA, Disduk Cianjur Tepis Isu Hoaks hingga Cek ke Rumah-rumah Warga [Wawancara Khusus]

Kepemilikan KTP Elektronik oleh warga negara asing (WNA) di Kabupaten Cianjur menjadi viral. Disdukcapil Kabupaten Cianjur membenarkan isu tersebut.

Heboh KTP WNA, Disduk Cianjur Tepis Isu Hoaks hingga Cek ke Rumah-rumah Warga [Wawancara Khusus]
Tribunjabar.id/Ferri Amiril Mukminin
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Cianjur Ahmad Husein 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kepemilikan KTP Elektronik oleh warga negara asing (WNA) di Kabupaten Cianjur menjadi viral.

Banyak yang bertanya hingga memberikan opini miring terkait informasi kepemilikan KTP Elektronik.

Bahkan ada yang berasumsi informasi kepemilikan KTP Elektronik oleh warga negara asing (WNA) palsu alias hoaks.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cianjur (Disdukcapil Kabupaten Cianjur) membenarkan bahwa WNA yang ramai menjadi bahan pembicaraan itu memiliki KTP Elektronik.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Cianjur Ahmad Husein mengatakan, proses penerbitan KTP Elektronik itu sesuai dengan aturan yang ada.

Dibawah ini petikan wawancara dengan Kepala Bidang Layanan Pendaftaran Penduduk, Ahmad Husen.

Beredar sebuah foto e-KTP WNA berinisial GC yang dikaitkan masuk dalam daftar pemilih.
Beredar sebuah foto e-KTP WNA berinisial GC yang dikaitkan masuk dalam daftar pemilih. ((Twitter))

Jadi apa dasar dari warga negara asing memiliki KTP Elektronik Cianjur?

Saya buka dulu dasarnya, ini berdasarkan UU nomor 24 tahun 2013 tentang administrasi kependudukan, dalam pasal 6 ayat (1) sampai 3 menerangkan seluruh penduduk warga negara yang tinggal di Indonesia harus memiliki identitas KTP elektronik, baik WNI (Warga negara Indonesia) atau WNA.

Soal WNA punya KTP, Mendagri Tjahjo Kumolo: Boleh, Tapi Proses Panjang

Apa saja persyaratan bagi WNA yang ingin memiliki KTP Cianjur?

Kalau WNI sudah jelas aturannya. Berbeda dengan WNA, harus memiliki kriteria atau persyaratan, di antaranya harus memiliki Kitap (Kartu ijin tinggal tetap). Itu harus ada dan harus dilampirkan dan kedua harus ada izin dari kepolisian setempat.

Halaman
123
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved