Terkait Proyek Meikarta, 2 Orang dari Lippo Cikarang Juga Suap Kadis PUPR Kabupaten Bekasi

Satriadi dan Edi Dwi Soesianto dari PT Lippo Cikarang, perusahaan pemilih saham proyek Meikarta, turut menyuap terdakwa Kepala Dinas PUPR Jamaludin.

Terkait Proyek Meikarta, 2 Orang dari Lippo Cikarang Juga Suap Kadis PUPR Kabupaten Bekasi
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Empat terdakwa kasus suap Meikarta menjalani sidang tuntutan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Satriadi dan Edi Dwi Soesianto dari PT Lippo Cikarang, perusahaan pemilih saham proyek Meikarta, turut menyuap terdakwa Kepala Dinas PUPR Jamaludin.

Sebelumnya, Satriadi dan Edi Dwi Soesianto didakwa memberikan uang suap Rp 10 miliar ke Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Dakwaan terhadap Satriadi dan Edi Dwi Soesianto dibacakan Jaksa KPK Dody Sukmono di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (27/2/2019) menerangkan.

Dalam dakwaan itu disebutkan pada akhir 2016, sehubungan dengan penyesuaian rencana detail tata ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang mengakomodasi proyek Meikarta, ucap Dody, Satriadi dan Edi Dwi Soesianto menjanjikan uang.

"Sehubungan dengan penyesuaian RDTR, Edi Dwi Soesianto dan Satriadi menemui terdakwa Ja‎maludin yang saat itu menjabat Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman dengan tujuan membahas proyek Meikarta. ‎Keduanya menjanjikan uang Rp 2,5 miliar terkait pengurusan RDTR yang mengakomodir proyek Meikarta," ujar Dody.

Jaksa Uraikan Pasal 55, Sekda Jabar dan ASN Dinas Bina Marga terbukti Terima Suap Terkait Meikarta?

Nama Iwa Karniwa Disebut Jaksa Terima Uang Suap Meikarta, Sidang Dakwaan Neneng Hasanah Yasin cs

Setelah pertemuan itu, keduanya menepati janji karena pada akhir 2016, memberikan uang Rp 1 miliar ke Jamaludin.

Dari Rp 1 miliar itu, Jamaludin memberian Rp 100 juta ke Satriadi dan Rp 400 juta ke Neneng Rahmi Nurlaili selaku Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi. Penyerahan uang dilakukan di RM Sederhana, Cikarang.

"Penyerahan uang kedua Rp 1 miliar pada April 2017 oleh Edi Dwi Soesianto dan Satriadi kepada Jamaludin di tempat yang sama untuk proses penandatanganan persetujuan RDTR oleh DPRD Bekasi. Oleh Jamaludin, uang Rp 100 juta diberikan ke Satriadi dan Rp 400 juta ke terdakwa Neneng Rahmi‎ Nurlaili dan diserahkan lagi ke terdakwa Neneng Hasanah Yasin," ujar jaksa.

Edi Dwi Soesianto dan Satriadi juga turut memberikan uang suap untuk Neneng Hasanah Yasin terkait surat izin pengelolaan dan penggunaan tanah (IPPT) senilai Rp 12 miliar.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved