Tanggapi Pledoi Terdakwa Kasus Meikarta, Jaksa KPK : Billy Sindoro Sebagai Pelaku Intelektual

Jaksa KPK kasus suap Meikarta, Yadyn menyangkal pembelaan tim penasihat hukum Billy Sindoro yang menyebut, Billy tidak terlibat kasus Meikarta.

Tanggapi Pledoi Terdakwa Kasus Meikarta, Jaksa KPK : Billy Sindoro Sebagai Pelaku Intelektual
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Sidang kasus suap Meikarta dengan empat terdakwa yang mengagendakan pembacaan pledoi atau pembelaan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (27/2/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( Jaksa KPK) kasus suap Meikarta, Yadyn menyangkal pembelaan tim penasihat hukum Billy Sindoro yang menyebut, Billy tidak terlibat dalam pengurusan perizinan Meikarta.

Jaksa KPK justru menilai bahwa terdakwa Billy Sindoro telah melakukan tindak pidanya sesuai dengan kemapuan intelektualnya, sehingga disebut sebagai intelectual dader atau pelaku intelektual.

"Bahwa percakapan telpon maupun pesan whats app terdakwa Fitradjaja dan Henry Jasmen dengan Christopher Mailool hingga Oktober 2018‎ sudah mampu menguraikan peran Billy Sindoro," ujar Yadyn di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (27/2) malam.

Tanggapan jaksa terhadap pembelaan Billy dan tim penasehat hukum dibacakan lisan oleh Yadyn. Kata Yadyn, meski fakta persidangan memang tidak ada memuat soal peran gamblang Billy, namun percakapan whats app ditambah keterangan saksi, sudah membuktikan peran Billy.

"Peran Billy sebagai intelektual dader memang tidak langsung. Pada intinya, tanpa ada keputusan dari Billy Sindoro, uang dari Bartholomeus Toto (Presiden Direktur) PT Lippo Cikarang tidak akan dicairkan ke Christopher Mailool kemudian diserahkan ke Henry Jasmen dan Taryudi," ujar Yadyn.

Klaim Fakta Sidang Tidak Terbukti, Kuasa Hukum Billy Sindoro Minta Hakim Bebaskan Kliennya

Kemudian, kata Yadyn, pertemuan di Hotel Axia, Cikarang Bekasi antara Billy Sindoro dan Neneng Hasanah Yasin, terbukti di persidangan, itu membahas perizinan Meikarta

"Pertemuan di Hotel Axia Cikarnag antara Billy Sindoro dengan Bupati Neneng Hasanah Yasin turut membahas perizinan Meikarta dan janji pemberian uang suap Rp 10 m," ujar Yadyn.

Pengacara Billy Sindoro, Ervin Lubis dalam pembelaannya mengatakan, yang bertanggung jawab dalam pengurusan izin proyek Meikarta adalah Edi Dwi Soesianto dan Satriadi dari Divisi Land and Ackuisition PT Lippo Cikarang. Sedari awal, kedua orang itu terlibat dalam semua proses perizinan Meikarta.

Dalam dakwaan jaksa, keduanya turut memberi uang suap ke Neneng Hasanah Yasin senilai Rp 10 miliar terkait IPPT dan Rp 2,5 miliar ke terdakwa Jamaludin selaku Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi senilai Rp 2,5 miliar.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved