Meski Sepi, Toko Buku Komik Lawas Ini Tetap Buka, Yuk Mampir
Toko Buku Maranatha yang berusia 57 tahun kini berlokasi di Jalan Ibu Inggit Garnasih Nomor 148-150 A, Kota Bandung, diyakini sebagai toko buku komik
Penulis: Ery Chandra | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, ery chandra
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Toko Buku Maranatha yang berusia 57 tahun kini berlokasi di Jalan Ibu Inggit Garnasih Nomor 148-150 A, Kota Bandung, diyakini sebagai toko buku komik tertua di kota kembang.
Nama Toko Buku Maranatha diambil dari nama kampus tempat pendiri toko ini, Marcus Hadi (Almarhum) berkuliah.
Suasana dalam toko ini terlihat sepi dari pengunjung.
Seorang perempuan tua terlihat tengah membaca koran sembari menjaga ruangan yang terdiri dari berbagai komik lawas.
Di tengah serbuan komik asal luar negeri dan komik digital, toko ini tetap bertahan, meski peminatnya terus berkurang.
Ketika teknologi komputer dan internet kian meluas digunakan orang, kata Istri Marcus, Herlina (81), koleksi komik dan cerita silat yang tadinya mencapai ribuan eksemplar terus berkurang.
• Ahmad Dhani Tak Bisa Tahan Nangis, Air Matanya Bercucuran Tak Bisa Hadir di Ulang Tahun Putrinya
Hal itu dirasakan mulai sejak tahun 1990-an.
Di masa jayanya, puluhan hingga ratusan orang berduyun-duyun mendatangi toko tersebut untuk mendapat koleksi komik terbaru.
Mereka datang dari berbagai kalangan semisal pelajar, mahasiswa, taman bacaan, hingga masyarakat umum.
Herlina mengatakan bahwa ia tetap berjuang menjajakan komik lawas berjumlah sekitar 300-an, selama dirinya masih bisa bernafas.
"Toko ini akan tetap buka terus. Untuk masa tua saya juga ketimbang bengong. Saya sudah tidak memikirkan untung rugi sekarang. Anak-anak juga sudah mandiri dan berkeluarga," ujar Herlina, di tokonya, Kota Bandung, Selasa (26/2/2019).
Herlina menyebut bahwa komik legendaris semisal seri pewayangan Mahabharata, Ramayana, seri fiksi Gareng-Petruk, seri cerita rakyat Tangkuban Parahu, Lutung Kasarung, Malin Kundang, Cerita Dongeng Putri Duyung, 1001 Malam, hingga seri Kho Ping Hoo, masih tersusun rapi.
Rata-rata komik di tempat ini dibanderol seharga Rp 20 ribu hingga Rp 125 ribu sesuai dengan ketebalan dan keantikannya.
Ia bercita-cita, di sisa pengunjung usia senjanya berkeinginan untuk mengembalikan masa kejayaan komik buatan anak bangsa tersebut dengan memproduksi kembali komik-komik itu.
"Dengan catatan generasi kini makin menyukai membaca," ujarnya.
• Ditinggal Ibu Sejak Kelas 1 SD, Bocah Ini Rawat Keluarga dan Makan Sepiring Bertiga
• Begini Kisah Inspiratif Pemenang JNE Loyalty Card Race Awards 2019
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/toko-komik-maranatha.jpg)