Pilpres 2019

Kata Mahfud MD Mengenai Penangkapan 3 Emak-emak di Karawang Terkait Kampanye Hitam

Menurut mantan Mahkamah Konstitusi itu, 3 perempuan asal Karawang tersebut tidak melanggar UU Pemilu.

Kata Mahfud MD Mengenai Penangkapan 3 Emak-emak di Karawang Terkait Kampanye Hitam
twitter
Potongan gambar video berisikan dugaan kampanye hitam terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf, beredar di media sosial. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar hukum tata negara Mahfud MD mengatakan polisi sudah melakukan tindakan yang benar saat menangkap 3 perempuan yang diduga menyebarkan hoaks atau kampanye hitam terhadap calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Jadi, menurut saya sudah benar polisi itu. Tinggal sekarang pembuktiannya dan pembelaan dirinya nanti di pengadilan," ucap Mahfud di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

Seperti diketahui, tiga emak-emak di Karawang, Jawa Barat, ditangkap polisi karena dituduh menyebarkan hoaks atau kampanye hitam terhadap calon presiden nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Ketiga perempuan yang ditangkap di Karawang, Jawa Barat berinisial ES (49), IP (45), dan CW (44).

Menurut mantan Mahkamah Konstitusi itu, 3 emak-emak asal Karawang tersebut tidak melanggar UU Pemilu.

Karena katanya, mereka bukan caleg, paslon, maupun tim pemenangan paslon.

"Tetapi mereka melanggar UU yang sifatnya umum, yaitu UU ITE," tutur Mahfud.

"Oleh sebab itu, itu bukan urusan Bawaslu, itu urusan polisi. Dan siapa pun bisa melakukan itu, sudah banyak yang kena. Bukan karena pemilu juga, gitu ya," jelasnya.

Ia pun mendukung penangkapan terhadap orang-orang penyebar hoaks.

Salah satu hal yang ditakutkan Mahfud ialah masyarakat mudah percaya kepada berita bohong.

"Coba saudara ke kampung-kampung sekarang, orang masih percaya bahwa pemilu ini main-main katanya. Karena apa? Surat suara udah dicoblos padahal itu hoaks," katanya.

Ia pun menambahkan kasus berita hoaks terkait pemilu lainnya.

Yaitu, soal Ma'ruf Amin bakal diganti Basuki Thahaja Purnama alias Ahok jika paslon 01 memenangkan Pilpres.

"Pemilu ini main-main karena tim Ma'ruf Amin akan diganti Ahok. Itu percayanya masyarakat padahal itu sudah tidak mungkin. Nah, oleh sebab itu, yang seperti itu harus ditindak agar tidak mengacaukan pemilu," ujar Mahfud.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved