Terduga Aktor Intelektual Kasus Mutilasi Nuryanto dan Ai Munawaroh sedang Dikejar Polisi Malaysia

Kepolisian Malaysia mengejar seseorang terduga aktor intelektual kasus dugaan mutilasi Nuryanto dan Ai Munawaroh.

Terduga Aktor Intelektual Kasus Mutilasi Nuryanto dan Ai Munawaroh sedang Dikejar Polisi Malaysia
Tribunjabar.id
Akun Facebook diduga milik Ai Munawaroh, perempuan yang ditemukan tewas di Malaysia bersama bos tekstil asal Baleendah Bandung. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA-  Kepolisian Malaysia mengejar seseorang terduga aktor intelektual kasus dugaan mutilasi Nuryanto dan Ai Munawaroh.

Hal itu dikatakan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Nuryanto dan Ai Munawaroh yang tercatat sebagai warga Kabupaten Bandung itu menjadi korban mutilasi di Malaysia.

Nuryanto yang merupakan pengusaha tekstil di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan temannya Ai Munawaroh.

"Jadi aktor intelektual dalam pembunuhan itu masih dalam pengejaran, 1 orang," kata Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2019).

Keterangan dari aktor intelektual juga dibutuhkan untuk menguatkan keterlibatan kedua orang yang sebelumnya telah diamankan.

Ai Munawaroh, Korban Mutilasi di Malaysia, Tulang Punggung Keluarga, Kedua Anaknya Masih Kecil

Apa Hubungan Ai Munawaroh dan Nuryanto yang Dimutilasi di Malaysia? Ini Kata Adik Ai Munawaroh

Kedua orang itu adalah warga negara Pakistan berinisial A dan JIR.

Dedi Prasetyo mengungkapkan, keduanya diduga sebagai eksekutor. Namun, saat pemeriksaan keduanya masih mengelak.

Sistem hukum di Malaysia, kata Dedi Prasetyo, membutuhkan penguatan dari saksi yang menyaksikan perbuatan pidana hingga polisi berani menyerahkan kasus tersebut ke kejaksaan.

"Kasusnya belum bisa dilanjutkan karena aktor intelektualnya belum ditangkap, dalam rangka menguatkan pembuktian keterlibatan dua orang tersebut dalam peristiwa pidana pembunuhan disertai mutilasi," ujar Dedi Prasetyo.

Namun, Dedi Prasetyo tak mau berkomentar lebih jauh terkait hal itu karena merupakan wewenang dari Polis Diraja Malaysia (PDRM).

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved