Mafia Bola

Mantan Exco PSSI Jadi Tersangka Pengaturan Skor, Ini Modus yang Dia Gunakan

Yang bersangkutan juga mengancam akan 'membeli' pemain Madura FC karena Yanuar menolak menerima uang.

Mantan Exco PSSI Jadi Tersangka Pengaturan Skor, Ini Modus yang Dia Gunakan
MOCHAMAD HARY PRASETYA/BOLASPORT.COM
Hidayat (kanan) mengundurkan diri dari Eksekutif Komite (Exco) PSSI terkait isu pengaturan skor atau match-fixing yang melibatkan dirinya. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan mantan Exco PSSI Hidayat menawarkan sejumlah uang untuk atur kemenangan PSS Sleman, dalam laga Madura FC vs PSS Sleman. 

Dedi mengatakan Hidayat menawarkan uang Rp 100 juta kepada manajer Madura FC, Yanuar. 

Yang bersangkutan juga mengancam akan 'membeli' pemain Madura FC karena Yanuar menolak menerima uang. 

"Menawarkan sejumlah uang kepada saudara Yanuar yang nilainya Rp 100 juta kalau tidak menuruti maka H juga sedikit agak mengancam, kalau tidak nurut dia sudah siapkan dana Rp 15 juta dan akan membeli pemain," ujar Dedi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan Hidayat diduga berperan mengatur perangkat pertandingan dan penyuapan dalam laga antara Madura FC melawan PSS Sleman di Liga 2 2018.

Dedi menuturkan Hidayat menginginkan Super Elja - julukan PSS Sleman - menang agar lolos ke Liga 1. 

"Perannya mengatur pertandingan ini, minta agar PSS Sleman ini selalu dimenangkan baik di kandang maupun di kandang Madura FC," jelasnya. 

Sebelumnya diberitakan, Satgas Antimafia Bola telah menetapkan mantan Exco PSSI, Hidayat, sebagai tersangka kasus pengaturan skor.

Dengan ini, Hidayat menjadi tersangka ke-16 dalam kasus pengaturan skor sepakbola. Jenderal bintang satu itu mengatakan Hidayat akan dijerat pasal penyuapan akibat perbuatannya.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved