Jumat, 10 April 2026

Hati-hati! Ceceran Tanah Galian Menutupi Ruas Jalan Raya Lingkar Nagreg

Sebagian titik ruas Jalan Raya Lingkar Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, tertutupi tanah merah yang diduga berasal dari sejumlah lokasi gal

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Sebagian titik ruas Jalan Raya Lingkar Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, tertutupi tanah merah yang diduga berasal dari sejumlah lokasi galian di sekitar area ruas jalan tersebut, Senin (25/2/2019) 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagian titik ruas Jalan Raya Lingkar Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, tertutupi tanah merah yang diduga berasal dari sejumlah lokasi galian di sekitar area ruas jalan tersebut.

Dari pantauan Tribun Jabar, Senin (25/2/2019) di ruas Jalan Raya Lingkar Nagreg, ceceran material tanah dari lokasi galian, menutupi hampir seluruh lebar jalan dan terlihat dihindari oleh para pengendara.

Pada waktu siang atau saat tidak diguyur hujan, material tersebut menimbulkan debu berterbangan dan menganggu pandangan warga yang melintas, terutama para pengendara kendaraan roda dua.

Sedangkan saat diguyur hujan, ruas Jalan Lingkar Nagreg yang terkenal memiliki kelokan dan menurun ini pun berubah menjadi licin, sehingga membahayakan para pengendara.

Seorang pengendara, Eka Putra Utama (32), mengatakan bahwa di Jalan Raya Lingkar Nagreg banyak pengendara kendaraan roda dua, empat, atau lebih, sering memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi, karena jarang macet.

BREAKING NEWS Persib Kedatangan Pemain Baru, Sebelumnya Bermain di Mitra Kukar

Namun, saat melintas, ruas jalan tertutupi material dari lokasi galian C, pengendara terpaksa menurunkan kecepatan laju kendaraan dan menghindari ceceran material tersebut.

"Sebelum titik pencemaran jalan oleh galian, ada turunan tajam, bahaya juga, terutama buat yang jarang lewat sini," kata Eka di Ruas Jalan Raya Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung.

Tak hanya itu, keluar masuknya kendaraan berat pengangkut material galian pasir pun, dianggap oleh sejumlah pengendara membahayakan, karena sopir truk tersebut beroperasi di jam sibuk, pagi hingga sore hari.

Eka mengatakan, meskipun di lokasi terdapat rambu-rambu yang bertuliskan imbauan waspada kepada pengendara, hal tersebut dianggap tidak cukup dan masih berisiko.

"Harusnya jangan pakai jalan sama, bikin jalan baru. Biar pengendara nyaman," katanya.

Filmnya Tayang 28 Februari, Dilan 1991 Ternyata Ada Juga Game Android-nya, Bisa Diunduh Gratis Lho

Ini Rekor Pertemuan Indonesia vs Thailand di Bawah Asuhan Indra Sjafri

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved