Baru 2 Persen Wanita Usia Subur di Kabupaten Bandung yang Jalani Tes IVA

Pemkab Bandung mengajak seluruh wanita di Kabupaten Bandung untuk melakukan screening kanker serviks dan payudara.

Baru 2 Persen Wanita Usia Subur di Kabupaten Bandung yang Jalani Tes IVA
ISTIMEWA
Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari (tengah kerudung cokelat) dalam program yang diselenggarakan Organisasi Aksi Solidaritas (Oase) Kabinet Kerja dalam sosialisasi pencegahan dan deteksi dini kanker serviks di Sumedang, Kamis (7/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Dalam rangka Hari Kanker se-Dunia, Pemkab Bandung melakukan sosialisasi program inovasi Keluarga Siaga Kanker Serviks dan Payudara melalui Screening IVA Test dan Periksa Payudara secara Klinis (Keluarga Sihebring).

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bandung Kurnia Agustina Naser menuturkan sampai saat ini kanker serviks dan payudara menjadi penyakit paling mematikan bagi wanita di seluruh dunia.

Oleh karena itu, kata Nia, Pemkab Bandung mengajak seluruh wanita di Kabupaten Bandung untuk melakukan screening kanker serviks dan payudara.

Program tersebut bertujuan meningkatkan capaian target wanita usia subur (WUS) dalam melakukan screening kanker serviks dan payudara.

"Program Inovasi Keluarga Sihebring mengajak para wanita untuk melakukan IVA (Inspeksi Visual Asam asetat) test, agar angka kanker serviks bisa ditekan," kata Kurnia, Senin (25/2/2019).

Nia berharap sosialisasi dan screening IVA test ini dapat dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung.

"Saya berharap dengan adanya screening IVA test ini wanita di Kabupaten Bandung menjadi wanita yang hebat, sehat dan bisa menghasilkan generasi bangsa yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia," katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana Purnami, menuturkan Kabupaten Bandung memiliki target 558.084 WUS yang harus melakukan IVA test.

"Namun dalam dua tahun ini baru bisa mencapai 2 persen, sehingga masih perlu kerjasama, dukungan dan dorongan masyarakat untuk meningkatkan capaiannya," kata Grace.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung memiliki 145 tenaga ahli pelayanan. Tenaga ahli ini tersebar di setiap Puskesmas di tiap kecamatan Kabupaten Bandung.

"Di 62 puskesmas, kami tempatkan masing-masing tiga tenaga ahli. Jika dibandingkan dengan jumlah sasaran yang ada memang masih jauh, tapi kami akan mengoptimalkan tenaga yang ada untuk melayani masyarakat," tuturnya.

Grace mengajak masyarakat agar tidak ragu untuk datang ke puskesmas dan melakukan screening IVA test. Karena screening IVA test ini gratis di setiap Puskesmas.

"Saya mengimbau kepada semua WUS, mari sadari bahwa screening IVA test itu sangat penting. Jangan ragu untuk datang ke puskesmas. Selain gratis, insya Allah sarana dan prasarana yang diperlukan, telah kami persiapkan sebaik mungkin," pungkasnya. (mud)

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved