Seniman Kerajinan Cirebon Bentuk Paguyuban dan Pasarkan Produknya Sampai Luar Negeri

Sejak tahun 2018, berbagai kerajin sudah dibuat dan dipasarkan ke berbagai penjuru kota di Indonesia, semisal Bali dan Pontianak. Bahkan menembus pasa

Seniman Kerajinan Cirebon Bentuk Paguyuban dan Pasarkan Produknya Sampai Luar Negeri
Tribun Jabar/ Siti Masithoh
Wahyuni (29), Ketua Koordinator Paguyuban Seniman Produktif, Kreatif, dan Berkebudayaan sedang merangkai kerajinan perahu di galeri Paguyuban Seni, Jalan Sunan Drajat Nomor 17, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (22/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Berbagai jenis kerajinan bambu bisa menjadi sebuah karya cantik dan berharga di tangan para seniman di Cirebon yang tergabung dalam Paguyuban Seniman Produktif, Kreatif, dan Berkebudayaan.

Sejak tahun 2018, berbagai kerajin sudah dibuat dan dipasarkan ke berbagai penjuru kota di Indonesia, semisal Bali dan Pontianak. Bahkan menembus pasar luar negeri semisal Inggris.

Paguyuban yang terdiri dari 20 orang anggota itu berasal dari enam desa/kelurahan di Cirebon. Mulanya, mereka berkarya secara individu.

Ketua Paguyuban, Zesta Yanderaz Shagystar (36), menjelaskan bahwa keberadaan paguyuban tersebut bermula dari pemikiran untuk menciptakan karya-karya inovatif dari para seniman di Cirebon.

"Di kami juga angka kriminalitas dan pengangguran cukup tinggi. Maka dari itu kami ingin menciptakan lapangan pekerjaan bagi siapapun yang ingin bergabung," katanya saat ditemui di galeri Paguyuban Seni, Jalan Sunan Drajat Nomor 17, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (22/2/2019).

PNS Gaji Rp 8 Juta per Bulan Bisa Beli Rumah Subsidi, Begini Skemanya

Mau Jadi Selebgram? Ini, Lho, Curhat Gabcit Soal Tak Enaknya Jadi Selebgram

Berbagai kerajinan tersebut biasa dijual sebagai souvenir bagi para wisatawan yang berkunjung ke Cirebon, khsusunya wisata Plangon. Mulai dari perahu, suling, miniatur, lukisan, dan masih banyak lagi.

"Paguyuban ini tidak ada batasan usia. Siapapun boleh ikut dan berkarya," tambahnya.

Sasaran pemasarannya mulai dari anak-anak hingga dewasa. Kisaran harganya, mulai dari Rp 5.000 hingga jutaan rupiah.

"Kami ingin mengajak anak-anak muda yang tidak mempunyai pekerjaan untuk menghasilkan karya yang inovatif dan menjadi uang," kata dia.

Jaksa Uraikan Pasal 55, Sekda Jabar dan ASN Dinas Bina Marga terbukti Terima Suap Terkait Meikarta?

Siswa SMP Bawa Celurit Cegat Pemotor, lalu Rampok Duit Rp 1 Juta

Ibu-ibu Nekat Panjat Pagar GOR Pasar Minggu Demi Bisa Motret dan Bersalaman dengan Jokowi

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved