Sandang Status Tersangka, Joko Driyono Tidak Ditahan, Ini Katanya

Tersangka kasus dugaan perusakan barang bukti pengaturan skor, Joko Driyono, tidak ditahan Satgas Antimafia Bola Polri meski telah selesai diperiksa.

Sandang Status Tersangka, Joko Driyono Tidak Ditahan, Ini Katanya
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) bergegas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Ditkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3 Indonesia. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tersangka kasus dugaan perusakan barang bukti pengaturan skor, Joko Driyono, tidak ditahan Satgas Antimafia Bola Polri meski telah selesai diperiksa.

Ia diketahui selesai diperiksa pada Jumat (22/2/2019) pukul 08.00 WIB, usai diperiksa selama 22 jam atau sejak Kamis (21/2/2019) pukul 09.43 WIB.

Plt Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu mengatakan dirinya akan menjalani kegiatan seperti biasanya.

"(Kegiatan hari ini?) Normal biasa, menjalankan tugas-tugas rutin sebagaimana biasanya," ujar Joko Driyono, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019).

Meski telah selesai diperiksa, Joko Driyono menyatakan tak keberatan untuk diperiksa kembali.

Ia mengaku siap diperiksa kembali apabila dibutuhkan.

Arema FC vs Persib di Leg Kedua Piala Indonesia, 3 Bobotoh Girl Ini Kobarkan Semangat Maung Menang

Selesai Diperiksa Selama 22 Jam oleh Satgas Antimafia Bola, Ini Kata Joko Driyono

"Bisa saja ada pertemuan berikutnya untuk melengkapi data-data yang dirasa kurang dan saya siap diperiksa kembali," jelasnya.

Namun demikian, Joko Driyono enggan menyampaikan perihal substansi pertanyaan yang diajukan kepada dirinya oleh para penyidik.

Berkali-kali awak media menyoroti terkait pertanyaan tersebut, namun ia lebih memilih bungkam.

Ia hanya menegaskan bahwa substansi pertanyaan ada hubungannya dengan peristiwa penggeledahan di Jakarta saat dirinya tengah berada di Abu Dhabi.

"Ini tentu ada hubungannya dengan peristiwa penggeledahan ROP di Jakarta, saat saya berada di Abu Dhabi. Tapi subtansinya karena ini sudah masuk di proses hukum, kita semua tunggu mudah-mudahan nanti segera bisa dituntaskan," kata dia.

"Saya mohon maaf tidak bisa menyampaikan substansinya, karena ini sudah masuk dalam proses hukum," tandasnya.

(Tribunnews.com/Vincentius Jyestha Candraditya)

Krishna Murti Beberkan Tiga Klub di Liga 1 yang Pelit Berikan Hadiah pada Wasit, Termasuk Persib?

Pesta Gol Arsenal, Chelsea, dan Inter Milan Pastikan Masuk 16 Besar Liga Europa

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved