Lulus Tes SKD dan SKB, Peserta Seleksi CPNS Ini Dinyatakan Gugur, Ia pun Bersurat ke Jokowi

Peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ini dinyatakan gugur meski lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

Lulus Tes SKD dan SKB, Peserta Seleksi CPNS Ini Dinyatakan Gugur, Ia pun Bersurat ke Jokowi
tribunjabar/tiah sm
Ilustrasi peserta seleksi calon pegawai negeri sipil atau CPNS 

TRIBUNJABAR.ID, MADIUN- Peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Madiun, WD, dinyatakan gugur meski lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Ia gugur dari seleksi CPNS karena dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dalam pemberkasan.

Karena itu, peserta seleksi CPNS itu berkirim surat kepada Sekda Kabupaten Madiun yang ditembuskan ke menteri dan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Rabu (20/2/2019).

Ia mengirimkan surat keberatan, meminta agar surat keputusan TMS nomor 810/159/402.201/2019 dibatalkan. Surat tersebut dikirimkan ke Sekretaris Daerah Kabupten Madiun, Tontro Pahlawanto.

WD juga mengirimkan surat tembusan kepada Bupati Madiun, Gubernur Jatim, Komisi ASN, Menpan-RB, Mendagri, dan Presiden RI.

Selain surat keberatan, ia juga melampirkan surat keputusan hasil tes SKD dan SKB serta hasil integrasi antara nilai SKD dan SKB.

Kehadiran 238 CPNS di Kota Cimahi Belum Bisa Memenuhi Kebutuhan SDM

Lulus CPNS Kota Jambi, Dokter Ahli Pilih Mundur, Ini Kondisi Puskesmas Tempatnya Diterima

"Betul, Rabu (20/2) kemarin saya mengirim surat keberatan yang saya tujukan ke Sekda Kabupaten Madiun dengan tembusan bupati, gubernur Jatim, Mendagri, Menpan-RB, Komisi ASN,dan Presiden RI," katanya.

Alumnus Universitas Negeri Surabaya ini mempertanyakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun, yang sejak awal tidak memberi informasi terkait dengan kekurangan persyaratan akreditasi selama proses pemberkasan.

Hingga akhirnya, pada 11 Februari 2019, ada pengumuman 10 orang peserta CPNS termasuk dirinya dinyatakan TMS karena masalah akreditasi program studi.

"Yang jelas saya ingin mencari keadilan. Kenapa dari awal BKD tidak memberitahukan tentang apa yang harus saya lengkapi terkait akreditasi saya. Di awal juga sudah ada seleksi administrasi, pada tahap itu saya dinyatakan lulus, saya berpikir berarti tidak ada masalah dengan akreditasi saya," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (22/2/2019) sore.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved