Jaksa Uraikan Pasal 55, Sekda Jabar dan ASN Dinas Bina Marga terbukti Terima Suap Terkait Meikarta?

Toto Bartholomeus, Edi Dwi Soesianto, dan Satriyadi, ketiganya dari PT Lippo Cikarang yang turut memberikan uang suap Rp 10 miliar ke Neneng

Jaksa Uraikan Pasal 55, Sekda Jabar dan ASN Dinas Bina Marga terbukti Terima Suap Terkait Meikarta?
tribunjabar/gani kurniawan
Terdakwa kasus suap perizinan proyek Meikarta Billy Sindoro, Fitradjaja Purnama, Henry Jasmen T Sitohang, dan Taryudi menyimak tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (21/2/2019). Jaksa KPK menuntut Billy Sindoro dengan hukuman penjara selama 5 tahun. Sedangkan Henry dituntut selama 4 tahun penjara, sedangkan Fitradjaja dan Taryudi sama-sama dituntut selama 2 tahun penjara 

L‎aporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kasus suap perizinan Meikarta memasukkan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana dalam menuntut‎ empat terdakwa pemberi suap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan sejumlah ASN lainya untuk memudahkan perizinan.

Dalam analisa yuridis di surat tuntutan untuk terdakwa Billy Sindoro, jaksa menjelaskan soal unsur Pasal 55 ayat 1 ke-1 itu.

Pasal itu berbunyi, dihukum seperti pelaku dari perbuatan yang dapat dihukum, barang siapa melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan.


Dalam uraian penjelasannya soal pasal itu, jaksa KPK menyebut nama lain yang turut terlibat dalam kasus ini.

Yakni Toto Bartholomeus, Edi Dwi Soesianto, dan Satriyadi, ketiganya dari PT Lippo Cikarang yang turut memberikan uang suap Rp 10 miliar ke Neneng terkait IPPT seluas 83,4 hektare untuk 53 tower.

‎"Bahwa terdakwa bersama-sama dengan Toto Bartholomeus, Edi Dwi Soesianto, Satriadi, Fitradjaja Purnama, Henry Jasmen, Taryudi dan PT Lippo Cikarang melalui PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), secara jelas memiliki kehendak bersama untuk bertindak atau dapat diartikan adanya kerjasama yang erat untuk mewujudkan tindak pidana," ujar jaksa KPK, I Wayan Riyana di sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (21/2/2019).

Stadion Kanjuruhan Angker Bagi Persib, Begini Rangkuman Catatannya

Menurut jaksa, kerja sama nama-nama itu terkait pemberian uang suap perizinan.

"Bahwa kerjasama yang erat para pihak tersebut untuk memberi uang kepada Kadis PUPR Jamaludin, Neneng Rahmi Nurlaili selaki Kabid Tata Ruang Dinas PUPR, Dewi Tisnawati selaku Kais PMPTSP, Kadis Damkar Sahat Banjarnahor, Kadis Lingkunhan Hidup Daryanto, Kabid Dinas PUPR Tina Karini Suciati Santoso, Asep Buchori Kabid Damkar, Sukmawati Karnahadijat, Yani Firman (Kasi Dinas Bina Marga Jabar, EY Taufik, Sekda Pemprov Jabar Iwa Karniwa dan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin," ujar jaksa.

Adapun uang suap itu terkait IPPT dari Edi Dwi Soesianto senilai Rp 10 miliar ke Neneng Hasanah Yasin melalui E Yusuf Taufik, ASN Pemkab Bekasi pada Juni 2017 hingga Januari 2018.

Lalu uang suap terkait rencana detail tata ruang (RDTR) melibatkan Sekda Pemprov Jabar Iwa Karniwa senilai Rp 1 miliar serta SGD 90 ribu kepada Yani Firman, ASN Dinas Bina Marga terkait rekomendasi dengan catatan (RDC) Pemprov Jabar.

Sensasi Beda Ngopi di Mobil Klasik, Tempat Nongkrong Semua Kalangan, Harga Terjangkau

Kemudian uang suap untuk ekomendasi site plan, block plan, saran teknis IMB, rekomendasi pemasangan alat proteksi kebakaran, rekomendasi Amdal dan SKKLH dan IMB.

"Berdasarkan uraian Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana, maka unsur pasal di Pasal itu telah terbukti dan terpenuhi secara hukum," ujar jaksa.

Seperti diketahui, terdakwa Billy Sindoro dituntut 5 tahun penjara, Henry Jasmen dituntut 4 tahun penjara, ter‎dakwa Fitradjaja Purnama dan Taryudi dituntut 2 tahun pidana penjara.

Kisah Influencer Gabriella Citra, Takut Ketika Awal Punya Banyak Followers

Hadapi Arema FC, Ezechiel N Douassel Diragukan Perkuat Persib Bandung, Berikut Prediksi Line Up

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved