Warga Baleendah Dibunuh di Malaysia

Dengar Kabar Anaknya Dimutilasi, Uka Sukaesih: Sakit Sekali, Kenapa Harus dengan Cara Seperti Itu?

Saat ini pihak keluarga masih menunggu kabar dari Keduataan Besar RI di Malaysia terkait hasil test DNA yang sudah dilakukan pihak keluarga

Dengar Kabar Anaknya Dimutilasi, Uka Sukaesih: Sakit Sekali, Kenapa Harus dengan Cara Seperti Itu?
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Uka Sukaesih (54) (kanan) ibu warga Kabupaten Bandung yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia, Ai Munawaroh (30), didampingi adik kandung Ai, Fitri S Fadilah (25) (kiri), di kediamannya, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (22/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BALEENDAH - Jika hasil test DNA positif Ai Munawaroh (30), pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Ai yang diduga ikut menjadi korban mutilasi di Malaysia.

Pihak keluarga berharap jenazah korban dapat dipulangkan ke Indonesia.

"Saya mah sudah menerima dan ikhlas kalau memang itu (jasad) anak saya. Mungkin memang harus seperti ini jalan hidup anak saya," ujar ibu Ai Munawaroh, Uka Sukaesih (54) sambil menahan isak tangis di kediaman anaknya di Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (22/2/2019).

Saat hilang kontak di Malaysia, Uka mengaku kebingungan dan berusaha mencari tahu keberadaan anak pertamanya tersebut.


Di saat kebingungan mencari tahu keberadaan anaknya di Malaysia, Uka malah mendengar kabar buruk, anaknya tersebut diduga menjadi korban mutilasi dengan kondisi tubuh terpotong-potong di Malaysia.

"Sakit sekali, saat mendengar kabar itu. Saya enggak nyangka jika anak saya akan meninggal dengan cara seperti itu. Kalau memang mau dibunuh ya dibunuh aja, kenapa harus dengan cara seperti itu," ujarnya sambil menyeka air matanya.

Saat ini pihak keluarga masih menunggu kabar dari Keduataan Besar RI di Malaysia terkait hasil test DNA yang sudah dilakukan pihak keluarga pada dua minggu lalu.

Kisah Penjaga Makam Sirnaraga Bandung, Sempat Mendengar Tangisan tapi Tak Ada Orangnya

Jika hasil test DNA ini positif Ai Munawaroh, pihak keluarga berharap jenazah bisa segera dipulangkan ke Indonesia.

"Kalau sudah jelas itu anak saya ya pengennya dipulangkan saja seadanya. Paling nanti langsung ke Bekasi ke rumah bapaknya disana, rencananya dikuburkan disana," ujarnya.

Menurutnya, pihak KBRI Malaysia berjanji akan membantu pemulangan jenazah Ai Munawaroh jika hasil test DNA sudah keluar dan jenazahnya sudah tidak dibutuhkan lagi untuk kebutuhan penyidikan.

"Iya enggak apa-apa tidak utuh juga, minimal ada kuburannya disini. Karena yang ditemukan baru bagian badan saja, yang lainnya (tangan, kaki, kepala) belum ditemukan sama sekali," katanya.

Terjebak Cuaca Panas di Cirebon, Cocok Nih Cicipi Segar Manis Rosella Squash Hotel Santika Cirebon

Perbandingan Spesifikasi Samsung Galaxy S10 dengan iPhone XS, Mana yang Lebih Unggul?

Gadis yang Hilang Asal Tasikmalaya, Hilda Fauziah, Ternyata Sudah Dijodohkan Sejak Kecil

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved